Dharmasraya (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) tahap II di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu.
"Saya melihat progresnya cukup baik, satgas bekerja dengan baik, koordinasinya bagus," katanya di Pulau Punjung, Rabu.
Ia mengatakan berdasarkan data per Selasa (5/5) progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Dharmasraya sudah mencapai sekitar sembilan persen.
Ia menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di daerah itu rampung pada Juni 2026, sehingga dapat digunakan saat tahun ajaran baru pada Juli mendatang.
Baca juga: Mensos siap diaudit soal pengadaan untuk Sekolah Rakyat
"Target progres kita harus dua persen setiap hari. Kalau hari ini hanya bisa 1,5 persen, besok harus 2,5 persen, gitu seterusnya," ujar dia menegaskan.
Ia mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto setelah dilantik.
Oleh sebab itu, kata dia Kementerian PU semaksimal mungkin akan berusaha agar percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di seluruh titik dapat rampung sesuai target.
Ia menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan ide besar jangka panjang pemerintah untuk menghapus kemiskinan ekstrem sekaligus menyiapkan generasi Indonesia emas tahun 2045.
Baca juga: Menteri PU optimistis Sekolah Rakyat Tahap II Lhokseumawe tuntas Juni
Ia berpesan agar satgas percepatan, kontraktor pelaksana, hingga penyelenggara pembangunan konstruksi untuk bekerja sama serta meningkatkan koordinasi dengan baik untuk memastikan progres harian dapat tercapai.
"Kalau sekarang kita bicara progres harian, gak bisa progres mingguan," ujarnya.
Ikut mendampingi Menteri PU di Kabupaten Dharmasraya, antara lain Anggota DPR RI Zigo Rolanda, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, dan Forkopimda Kabupaten Dharmasraya.
Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·