Jakarta -
Jika terjadi kendala di tengah jalan, mobil listrik masih bisa dievakuasi. Paling tidak, mobil listrik tersebut masih bisa dibawa ke pinggir jalan sehingga lebih aman dan tidak bikin macet.
Menurut Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia, sebelum mengalami kendala biasanya mobil listrik memberikan peringatan melalui dashboard. Ada indikator tertentu yang menyala, bahkan terdapat peringatan yang diberikan kepada pengemudi.
"Biasanya ini dalam bentuk indikator atau warning. Tindakan yang harus dilakukan adalah mengindahkan peringatan tersebut. Biasanya indikator juga mempunyai konvensi tersendiri, misalnya apabila warna kuning berarti peringatan, dan warna merah berarti bahaya," kata Gofar kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, mobil listrik memiliki mode keselamatan otomatis yang diaktifkan oleh komputer mobil saat mendeteksi kerusakan serius. Sistem ini dirancang untuk mencegah kerusakan komponen yang lebih parah atau kecelakaan. Di Indonesia, kondisi ini paling sering dikenal dengan istilah Limp Mode.
"Dalam limp mode, mobil masih bisa dikendarai, tapi dengan performa yang terbatas (kecepatan, akselerasi) dengan tujuan operator dapat mengarahkan mobil ke tempat yang aman dan berhenti," ujarnya.
Untuk menyelamatkan mobil listrik dari kerusakan yang lebih fatal, pengemudi harus paham arti dari tiap indikator dan peringatan yang menyala. Jangan sampai salah langkah sehingga bisa berakibat fatal.
"Sering kali yang membuat kerusakan lebih parah adalah dengan mengabaikan indikator atau warning mobil. Oleh karena itu sebaiknya operator juga paham dengan makna indikator atau warning apabila tiba-tiba aktif," sebutnya.
Menyelamatkan Mobil Listrik Mati di Jalan
Mungkin ada beberapa skenario mobil listrik bisa mati di tengah jalan. Misalnya karena baterai EV habis. Sebelum baterai habis, Gofar bilang biasanya mobil listrik memberikan peringatan lebih dulu.
"Kalau EV kehabisan baterai, sebelum mencapai 0% sudah masuk ke limp mode dulu, untuk membatasi penggunaan daya. EV biasanya ada gambar kura-kura (turtle mode). Gunanya supaya operator bisa menepi dengan aman, bukan langsung mati di tengah jalan," katanya.
Atau, dalam kasus tertentu mobil listrik mogok. Cara evakuasinya dengan masuk ke gigi netral seperti saat parkir paralel.
"Apabila mobil tidak bisa digerakkan, masukkan ke netral, seperti saat mau parkir paralel (di EV namanya Towing Mode atau Mode Derek), kemudian dorong," katanya.
"Kalau mati total, tanpa power, misalnya kalau aki 12V-nya soak, tidak bisa dengan mudah didorong. Karena shifternya elektronik, jadi masih butuh daya. Kalau masih ada daya (dashboard nyala), harusnya masih bisa dinetralkan / masuk ke towing mode. Kalau mogok/mati total, biasanya tim towing atau first responder akan coba jumper akinya, supaya ada power dulu, baru bisa dinetralkan," sambungnya.
Gofar bilang, biasanya yang memiliki mobil listrik sudah tahu bagaimana masuk mode towing. Sebab, hal ini adalah satu-satunya cara untuk parkir paralel. "Jadi biasanya yang paling awal latihan ya itu," pungkasnya.
(rgr/dry)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·