PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengonfirmasi penemuan zona mineralisasi emas baru di prospek Kolokoa, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, pada Minggu, 19 April 2026. Penemuan strategis yang terletak 500 meter dari deposit utama Tambang Emas Pani ini berpotensi meningkatkan basis sumber daya perusahaan secara signifikan.
Hasil pengeboran awal selama empat bulan mengungkap target eksplorasi sebesar 20 hingga 40 juta ton dengan kadar emas 0,3 sampai 0,5 g/t. Secara indikatif, potensi tersebut setara dengan 200 ribu hingga 600 ribu ons emas yang dapat memanfaatkan infrastruktur yang sudah tersedia di area Pani.
Direktur Utama PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin menjelaskan bahwa kedekatan lokasi Kolokoa dengan Tambang Emas Pani akan mendukung efisiensi pengangkutan material ke lokasi pengolahan. Hal ini juga membantu optimalisasi pengendalian kadar bijih pada kedua deposit tersebut.
"Prospek Kolokoa merupakan penemuan strategis di sekitar area tambang yang memperkuat prospek jangka panjang Tambang Emas Pani. Kedekatannya dengan Pani, didukung potensi skala awal yang menjanjikan, menempatkan Kolokoa sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi ke depan," kata Boyke Poerbaya Abidin dalam keterangan tertulis.
Manajemen menekankan bahwa perusahaan akan terus menerapkan disiplin tinggi dalam kegiatan eksplorasi di masa mendatang. Langkah ini diambil guna memastikan akurasi data mengenai potensi mineral yang ada di wilayah konsesi tersebut.
"Perseroan akan terus menjalankan program eksplorasi yang disiplin dan terarah untuk meningkatkan keyakinan terhadap potensi sumber daya di proyek ini," ujar Boyke Poerbaya Abidin.
Data yang dihimpun dari laporan detikfinance dan Liputan6 menunjukkan perusahaan telah menyelesaikan 30 lubang bor dari total 82 lubang yang direncanakan sepanjang tahun 2026. Pengeboran tersebut menemukan kadar emas hingga 1,57 g/t di area dekat permukaan.
Pengujian metalurgi awal dengan metode bottle-roll mencatatkan tingkat perolehan emas sebesar 87-94 persen untuk material oksida dan 81-92 persen untuk material transisi. Temuan ini melengkapi cadangan bijih yang sudah ada sebesar 5,2 juta ounces emas dari total sumber daya mineral 7,0 juta ounces emas.
Tambang Emas Pani sendiri telah memulai aktivitas produksi sejak Februari 2026 dengan target awal 100.000 hingga 115.000 ounces emas tahun ini. Proyek ini diproyeksikan mencapai puncak produksi lebih dari 500.000 ounces per tahun setelah fasilitas heap leach dan Carbon-in-Leach beroperasi penuh.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·