Meta pakai AI periksa tinggi badan identifikasi pengguna di bawah umur

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Meta dilaporkan bakal mulai menggunakan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) untuk memeriksa tinggi badan atau struktur tulang seseorang untuk melakukan identifikasi pengguna di bawah umur.

Laporan TechCrunch, Selasa (5/5) waktu setempat, menyebutkan bahwa AI itu bakal memindai foto dan video untuk mencari petunjuk visual apakah pengguna berusia di bawah 13 tahun.

Ketika teridentifikasi berusia di bawah 13 tahun, maka nantinya akun pengguna bakal dihapus dari Facebook dan Instagram.

"Kami ingin memperjelas: ini bukan pengenalan wajah,” demikian pernyataan Meta dalam unggahan blognya.

Lebih lanjut pernyataan itu berbunyi, “AI kami melihat tema umum dan isyarat visual, misalnya tinggi badan atau struktur tulang, untuk memperkirakan usia seseorang secara umum; AI ini tidak mengidentifikasi orang tertentu dalam gambar. Dengan menggabungkan wawasan visual ini dengan analisis teks dan interaksi kami, kami dapat secara signifikan meningkatkan jumlah akun di bawah umur yang kami identifikasi dan hapus.”

Baca juga: Fitur avatar segera lenyap dari WhatsApp untuk Android dan iOS

Sistem analisis visual yang dioperasikan Meta ini sekarang telah beroperasi di beberapa negara tertentu, tetapi perusahaan mengupayakan agar fitur ini bisa dirilis secara lebih luas.

Meta menyatakan bahwa sistem ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk mencegah anak-anak di bawah usia 13 tahun mengakses platform mereka.

Upaya ini termasuk menggunakan AI untuk menganalisis seluruh profil guna mencari petunjuk kontekstual, seperti perayaan ulang tahun atau penyebutan nilai sekolah.

Perusahaan juga mencari sinyal-sinyal mengidentifikasi penggunanya lewat berbagai format, seperti unggahan, komentar, bio, keterangan, dan lainnya.

Meta berencana untuk memperluas teknologi ini ke lebih banyak bagian aplikasi mereka, termasuk Instagram Live dan Grup Facebook, di masa mendatang.

Apabila Meta menonaktifkan akun pengguna setelah teridentifikasi sistem visual ini, pengguna perlu membuktikan usia menggunakan proses verifikasi usia lanjutan untuk mencegah penghapusan akun mereka.

Selain mengenalkan analisis visual, Meta juga mengumumkan memperluas cakupan teknologi yang menempatkan remaja ke dalam "Akun Remaja" di Instagram ke 27 negara di Uni Eropa dan Brasil.

"Akun remaja" ini menempatkan pengguna ke dalam pengalaman akun yang lebih ketat dengan pengamanan tambahan, seperti hanya menerima DM dari orang yang mereka ikuti atau sudah terhubung, menyembunyikan komentar yang berbahaya, dan mengatur akun menjadi privat secara otomatis.

Selain itu, Meta mengatakan pihaknya memperluas teknologi tersebut ke Facebook di AS untuk pertama kalinya, sementara untuk Inggris dan Uni Eropa teknologi ini mulai diterapkan pada Juni 2026.

Baca juga: Meta rugi miliaran dolar dari bisnis AR dan VR, alihkan fokus ke AI

Baca juga: Meta manfaatkan tenaga surya dari luar angkasa tenagai pusat datanya

Baca juga: Meta akan mungkinkan orang tua lihat percakapan remaja dengan Meta AI

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.