Michael Bradley Rombak Pemain Red Bulls Lawan FC Cincinnati

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Pelatih kepala New York Red Bulls, Michael Bradley, melakukan perombakan besar-besaran pada susunan pemain utama timnya saat bertandang ke markas FC Cincinnati di Stadion TQL, Ohio, pada Sabtu (25/4) malam waktu setempat. Langkah strategis ini mencakup penunjukan Joyeux Masanka Bungi untuk menjalani debutnya sebagai starter di kompetisi MLS.

Keputusan rotasi pemain tersebut diambil Bradley berdasarkan evaluasi performa Bungi pada laga sebelumnya menurut laporan situs resmi klub. Selain itu, lini pertahanan diperkuat oleh Tim Parker, Gustav Berggren, serta kapten Dylan Nealis yang didukung oleh bek Jahkeele Marshall-Rutty.

Perubahan mendadak terjadi di sektor serangan saat Julian Hall masuk menggantikan Eric Maxim Choupo-Moting yang absen karena sakit tepat sebelum laga dimulai. Red Bulls juga mengandalkan Ronald Donkor di lini tengah, yang baru saja mencetak gol perdananya saat melawan D.C. United.

Sementara itu, pelatih FC Cincinnati, Pat Noonan, menyoroti rapuhnya lini pertahanan timnya yang hanya mencatatkan satu hasil imbang dan tiga kekalahan dalam empat laga tandang terakhir. Cincinnati saat ini masih tertahan di peringkat ke-10 klasemen Wilayah Timur akibat penurunan performa kolektif.

"That's not what living up to expectations looks like. We have high expectations of ourselves on an individual level and as a group," ujar Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.

Noonan menilai masalah utama timnya terletak pada detail teknis di lapangan, meskipun para pemain sempat menunjukkan semangat juang saat mengejar defisit gol pekan lalu. Ia menekankan bahwa hasil pertandingan saat ini mencerminkan kegagalan tim dalam memenuhi ekspektasi performa.

"The difference now is we're not meeting the expectations and the performances show it, and the results show it," kata Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.

Kesalahan individu dalam transisi bertahan menjadi sorotan utama tim pelatih menjelang laga krusial ini. Noonan menuntut peningkatan komunikasi antar pemain agar tidak mengulangi kesalahan mendasar saat menghadapi tekanan lawan.

"The character is not the issue. It's our attention to the details of the game. First half, we had two turnovers where we tried to force the play," tegas Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.

Fokus perbaikan detail kecil dalam sistem permainan menjadi prioritas Cincinnati guna meredam agresivitas penyerang lawan. Noonan menyadari bahwa kesalahan mungkin saja terjadi, namun ketangguhan dalam bertahan harus ditingkatkan.

"I know mistakes are going to happen. But it's how we communicate and get tougher to play against. These are the basic things that we continue to get wrong," ujar Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.

Upaya perbaikan pertahanan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi kreativitas Evander yang menjadi andalan tim dalam menciptakan peluang gol. Pelatih tetap meyakini adanya solusi untuk mencegah kebocoran gawang di laga-laga selanjutnya.

"There are many things that can help to prevent those moments, so we'll continue to try and figure it out," kata Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.

Berdasarkan data statistik, New York Red Bulls memiliki catatan dominan dengan delapan kemenangan dalam 16 pertemuan sejarah musim reguler melawan Cincinnati. Sebaliknya, Cincinnati tercatat selalu kalah dalam empat pertemuan terakhir melawan New York City FC sejak November 2024.