Sekelompok militan bersenjata menewaskan sedikitnya sepuluh orang dalam serangan di lokasi proyek pertambangan tembaga dan emas di provinsi Balochistan, Pakistan barat daya, Rabu (22/4/2026). Penyerangan ini menyasar fasilitas milik perusahaan Pakistan National Resources Private Limited (NRL) di daerah Darigwan, distrik Chagai.
Insiden berdarah ini melibatkan sekitar 40 orang militan yang menggunakan sepeda motor dan kendaraan lain untuk merangsek masuk ke area tambang. Peristiwa tersebut menjadi rangkaian kekerasan terbaru di wilayah yang hingga kini masih bergejolak akibat gerakan separatis bersenjata, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pejabat pemerintah setempat mengungkapkan bahwa korban jiwa terdiri dari warga sipil dan petugas yang menjaga fasilitas tersebut. Penyerangan terjadi secara mendadak di tengah aktivitas operasional perusahaan.
"Serangan itu menewaskan sepuluh orang, termasuk tujuh pekerja dan tiga personel keamanan," kata seorang pejabat pemerintah setempat.
Pihak berwenang juga sedang menyelidiki laporan mengenai adanya pekerja yang dibawa paksa oleh kelompok penyerang dari lokasi kejadian. Identitas para pekerja tersebut masih dalam proses pendataan oleh otoritas keamanan di distrik Chagai.
"Ada laporan yang belum dikonfirmasi bahwa para militan juga menyandera beberapa karyawan," tambah pejabat yang berbicara dengan syarat anonim karena ia tidak berwenang untuk berbicara kepada media.
Seorang pejabat kepolisian di daerah tersebut turut memberikan konfirmasi mengenai rincian serangan mematikan itu kepada media. Sementara itu, pihak perusahaan Pakistan National Resources Private Limited memberikan pernyataan resmi terkait situasi keamanan di lokasi proyek mereka pasca-insiden.
Pihak manajemen mengklaim bahwa situasi di daerah Darigwan kini telah berada di bawah kendali aparat keamanan tak lama setelah penyerangan berlangsung. Upaya sterilisasi lokasi terus dilakukan untuk mencegah serangan susulan.
Perusahaan (NRL) mengakui terjadinya serangan itu pada Rabu malam, mengatakan pasukan keamanan merespons "dengan cepat dan telah mengamankan daerah tersebut".
Sejauh ini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi kekerasan di distrik Chagai tersebut. Namun, wilayah Balochistan memang kerap menjadi titik konflik karena separatis lokal menuduh pemerintah mengeksploitasi sumber daya mineral tanpa memberikan manfaat ekonomi bagi penduduk asli setempat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·