Manajemen LRT Jakarta memberlakukan perubahan alur perjalanan bagi penumpang di Stasiun Velodrome mulai Sabtu, 25 April 2026. Langkah ini diambil guna mendukung kelancaran proyek pembangunan konstruksi LRT Jakarta Fase 1B yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.
Dilansir dari Detikcom, penyesuaian ini melibatkan pembongkaran jembatan penghubung di Stasiun Velodrome secara permanen. Pengelola mengarahkan seluruh pengguna jasa untuk mengikuti rute baru yang telah disiapkan demi keamanan selama masa konstruksi.
Para penumpang yang hendak menuju atau berasal dari Halte Transjakarta Pemuda Rawamangun kini dialihkan melalui akses penyeberangan di lantai 3 Stasiun Velodrome. Perubahan akses peron ini dilakukan agar mobilitas masyarakat tetap terhubung dengan moda transportasi lainnya.
Pihak pengelola memastikan bahwa fasilitas bagi kelompok prioritas tetap menjadi perhatian utama selama proses transisi ini. Petugas stasiun dipastikan bersiaga di lokasi untuk membantu penumpang disabilitas dalam menavigasi alur perjalanan yang baru.
Selain perubahan fisik stasiun, LRT Jakarta juga mengimbau penggunaan metode pembayaran nontunai melalui fitur QRIS Tap pada ponsel. Penumpang cukup mengaktifkan fitur NFC dan menempelkan perangkat pada gerbang masuk maupun keluar tanpa perlu menggunakan kartu fisik.
Layanan LRT Jakarta saat ini terintegrasi dengan berbagai rute bus Transjakarta dan mikrotrans di beberapa titik. Stasiun Velodrome sendiri terhubung dengan koridor 4 (Pulo Gadung - Galunggung), 4D (Pulo Gadung - Kuningan), serta sejumlah rute bus stop seperti JAK.34, JAK.41, dan JAK.59.
Integrasi serupa tersedia di stasiun lain seperti Stasiun Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, dan Equestrian. Penyesuaian alur di Stasiun Velodrome ini merupakan bagian dari pengembangan jangka panjang jaringan transportasi rel di Jakarta.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·