Militer Israel secara mendesak memerintahkan warga di wilayah selatan Lebanon untuk segera mengungsi dari kediaman mereka pada Jumat (24/4/2026). Perintah evakuasi ini merupakan yang pertama dikeluarkan sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang masa gencatan senjata selama tiga pekan.
Instruksi tersebut secara khusus menyasar penduduk di Desa Deir Aames yang terletak di Lebanon bagian selatan. Melalui platform media sosial X, juru bicara militer Israel Avichay Adraee memberikan peringatan keras terkait aktivitas militer yang sedang berlangsung di kawasan tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Peringatan mendesak kepada penduduk daerah Deir Aames. Karena aktivitas teroris Hizbullah, IDF sedang melakukan operasi terarah di daerah tersebut," tulis Avichay Adraee, Juru Bicara Militer Israel.
Pihak militer menekankan pentingnya jarak aman bagi warga sipil guna menghindari dampak dari operasi yang sedang dijalankan oleh pasukan Israel Defence Forces (IDF). Desa tersebut diketahui berada di area strategis di utara garis kuning Lebanon.
"Demi keselamatan Anda, kami mendesak Anda untuk segera mengungsi dari rumah Anda dan pindah setidaknya 1.000 meter di luar daerah tersebut," lanjut Avichay Adraee, Juru Bicara Militer Israel.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan secara resmi, pasukan Israel dilaporkan masih melakukan berbagai operasi militer di wilayah selatan garis tersebut. Sebelumnya, perpanjangan gencatan senjata Israel-Lebanon diputuskan dalam pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih.
Pertemuan itu dihadiri oleh jajaran pejabat penting termasuk Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta para duta besar dari pihak Lebanon dan Israel. Presiden Donald Trump memberikan penilaian positif terhadap jalannya diskusi diplomatik tersebut.
"Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantu negara itu melindungi dirinya dari Hizbullah," sebut Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Presiden Trump menegaskan komitmen Amerika Serikat dalam menjaga stabilitas di kawasan tersebut melalui kerja sama pertahanan dengan pemerintah Lebanon. Ia juga menyatakan kebanggaannya dapat memfasilitasi dialog perdamaian antar kedua negara.
"merupakan suatu "kehormatan besar" untuk menjadi bagian dari "pertemuan yang sangat bersejarah" ini," sebut Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Saat ini, ketegangan tetap membayangi wilayah perbatasan meskipun proses diplomasi internasional terus berlanjut. Operasi militer Israel di Deir Aames menjadi pengingat bahwa situasi keamanan di lapangan masih sangat fluktuatif di bawah kesepakatan yang ada.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·