Enam personel kelompok Hizbullah dilaporkan tewas dalam insiden baku tembak dengan pasukan militer Israel di wilayah Bint Jbeil, Lebanon selatan, pada Jumat (24/4/2026). Bentrokan bersenjata ini terjadi di area yang sebelumnya menjadi titik pertempuran intensif sebelum adanya kesepakatan gencatan senjata pada pekan lalu.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom melalui laporan AFP, tentara Israel awalnya melakukan identifikasi terhadap enam orang yang diduga militan. Operasi pemantauan tersebut berujung pada kontak senjata yang menewaskan dua orang di lokasi kejadian secara langsung.
"Setelah identifikasi, baku tembak dimulai antara Hizbullah dan tentara, di mana tentara menewaskan dua Hizbullah," kata militer Israel.
Pasukan militer kemudian memperluas tindakan mereka dengan menyasar fasilitas fisik yang digunakan oleh kelompok tersebut. Tindakan lanjutan ini mengakibatkan empat personel lainnya yang berada di lokasi tersebut meninggal dunia.
"Selanjutnya, tentara menyerang bangunan tempat para Hizbullah beroperasi. Dalam serangan itu, empat Hizbullah yang tersisa tewas." kata militer Israel.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan pernyataan terkait situasi keamanan di perbatasan tersebut. Ia menuding pihak lawan sedang berupaya merusak stabilitas perdamaian yang tengah diupayakan setelah adanya perpanjangan masa gencatan senjata.
"Kami telah memulai proses untuk mencapai perdamaian bersejarah antara Israel dan Lebanon, dan jelas bagi kami bahwa Hizbullah mencoba untuk mensabotase ini," kata Netanyahu, Perdana Menteri Israel.
Pihak militer Israel mengklaim serangan terhadap target di desa-desa Lebanon selatan tersebut merupakan bentuk respons atas pelanggaran kesepakatan damai. Sebelumnya, otoritas setempat telah memberikan peringatan evakuasi kepada penduduk sipil di sekitar komunitas yang terdampak.
"Beberapa saat yang lalu, IDF menyerang struktur militer di daerah Deir Aames, dari mana roket diluncurkan ke arah kota Shtula di Israel kemarin," ucap Netanyahu, Perdana Menteri Israel.
Ia menegaskan bahwa fasilitas yang menjadi sasaran serangan tersebut memiliki keterkaitan operasional dengan kegiatan kelompok Hizbullah. Serangan udara ini ditujukan untuk memitigasi risiko keamanan terhadap personel militer maupun warga sipil di negara Israel.
"Struktur yang menjadi sasaran digunakan oleh organisasi teroris Hizbullah untuk memajukan kegiatan teroris terhadap tentara IDF dan Negara Israel," tambahnya Netanyahu, Perdana Menteri Israel.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·