Minim Rest Area dan Jalur Darurat, Pengelola Jip Soroti Fasilitas di Jalur Bromo

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Viral Pengendara Motor di Subang Nongkrong di Jalur Penyelamat Foto: Dok. Istimewa

Kondisi jalur menuju kawasan Bromo kembali menjadi sorotan setelah insiden kecelakaan di jalan menurun. Selain faktor teknis kendaraan dan kemampuan pengemudi, ketersediaan fasilitas pendukung dinilai masih perlu ditingkatkan.

Ketua Paguyuban Jip Trans Bromo, Arlex Mardiyansyah, mengungkapkan hingga saat ini belum ada informasi terkait pembangunan jalur darurat khusus untuk mengantisipasi rem blong. Padahal, jalur menurun panjang di kawasan tersebut memiliki potensi risiko yang tinggi.

“Kalau dari sisi pemerintah apakah akan dibangun area emergency darurat rem blong saat ini belum ada info seperti itu. Kalau dibangun rest area juga belum ada infonya,” kata Arlex kepada kumparan, Senin (11/5/2026).

Salah satu pemotor alami rem blong dan menabrak benteng penyelamat, di jalur turunan Cangar, Pacet, Senin (15/4/2024). Foto: Dok. mili.id

Ia menjelaskan, fasilitas resmi yang tersedia saat ini masih terbatas di beberapa titik. Kondisi ini membuat pengemudi harus lebih mandiri dalam mengatur waktu istirahat kendaraan.

“Kalau untuk rest area, dari pemerintah itu hanya ada di atas sendiri di pendopo sama di rest area Sukapura,” kata Arlex.

Meski demikian, ia menyebut terdapat alternatif tempat berhenti yang bisa dimanfaatkan di sepanjang jalur. Sejumlah warung, restoran, hingga area parkir kecil kerap digunakan pengemudi untuk beristirahat sejenak.

Minibus yang membawa rombongan WN Singapura hilang kendali di Probolinggo, Sabtu (9/5). Foto: Dok. Polres Probolinggo

Menurutnya, ke depan diperlukan penambahan fasilitas yang lebih memadai, terutama untuk menunjang keselamatan kendaraan yang melintas. Hal ini penting mengingat karakter jalur yang cukup ekstrem, khususnya bagi kendaraan besar.

“Kalau dari pemerintah, yang kami harapkan memang adanya rest area di setiap 5 kilometer sekali mungkin ya dari atas ke bawah sampai di Sukapura itu mungkin diperlukan rest area terutama untuk mobil-mobil besar,” tuntasnya.

Ia menambahkan, keberadaan rest area tambahan akan sangat membantu pengemudi dalam mengantisipasi panas berlebih pada sistem pengereman. Terlebih, kendaraan besar membutuhkan ruang dan waktu lebih untuk menjaga kondisi tetap optimal.

Dengan keterbatasan fasilitas saat ini, faktor kesiapan kendaraan dan kemampuan pengemudi tetap menjadi kunci utama keselamatan saat melintasi jalur menuju kawasan Bromo.