Mirip Bu Rudy, Ini Sosok Wanita di Botol Sambal Lao Gan Ma Khas China

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Terkenal dengan logo foto wanita berwajah serius, sambal Lao Gan Ma asal China sukses mendunia. Namun, siapa sebenarnya sosok foto wanita di botol sambal itu?

Kalau sering belanja bahan makanan di supermarket atau toko online, pasti tidak asing dengan Lao Gan Ma.

Produk chili oil asal China ini punya ciri khas botol bernuansa merah dengan foto wanita berwajah serius di bagian labelnya yang ikonik. Ternyata, sosok perempuan itu adalah pendiri Lao Gan Ma sendiri, Tao Huabi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lao Gan Ma dikenal sebagai sambal chili oil dengan tekstur renyah, gurih, dan pedas. Sambal ini sering dijadikan pelengkap makan mie, dimsum, nasi putih, telur, sampai pizza. Popularitasnya juga sudah mendunia dan dijual di lebih dari 30 negara.

Sosok Wanita di Botol Sambal Lao Gan Ma Khas ChinaSosok Wanita di Botol Sambal Lao Gan Ma Khas China Foto: Site News

Bahkan Lao Gan Ma menjadi sambal favorit di restoran Chinese food yang ada di Amerika, karena rasanya yang mudah diterima banyak orang.

Dilansir dari SAYS (16/05/2026), di balik kesuksesan sambal legendaris ini, Tao Huabi ternyata punya perjalanan hidup yang tidak mudah.

Ia lahir pada 1947 di desa miskin di Guizhou, China. Karena kondisi ekonomi keluarganya yang cukup sulit, Tao tidak pernah mengenyam pendidikan formal hingga ia tidak bisa membaca dan menulis.

Kehidupannya semakin berat setelah sang suami meninggal dunia. Tao harus bekerja keras membesarkan dua anaknya seorang diri sambil menjalani berbagai pekerjaan untuk bertahan hidup.

Pada 1989, Tao membuka warung mie kecil di Guiyang. Di warung sederhana itu, ia menyajikan mie dengan sambal cabai racikan sendiri berbahan minyak cabai (chili oil) dan kedelai fermentasi. Tak disangka, justru sambalnya yang bikin pelanggan ketagihan.

Sosok Wanita di Botol Sambal Lao Gan Ma Khas ChinaSosok Wanita di Botol Sambal Lao Gan Ma Khas China Foto: Site News

Banyak pelanggan datang hanya untuk membeli sambalnya. Bahkan saat sambalnya habis, pelanggan disebut enggan membeli mienya. Dari situ Tao mulai sadar bahwa sambal buatannya punya potensi besar.

Awal 1990-an menjadi titik penting bagi bisnis Tao. Saat jalan raya baru dibangun di Guiyang, semakin banyak sopir truk melintas di daerah tersebut. Tao lalu membagikan sambalnya secara gratis kepada para sopir agar bisa dibawa ke kota lain.

Strategi sederhana itu ternyata ampuh. Sambal Lao Gan Ma makin dikenal dari mulut ke mulut. Tao akhirnya berhenti berjualan mie dan fokus memproduksi sambal cabai.

Pada 1997, di usia 49 tahun, Tao resmi mendirikan Lao Gan Ma. Nama Lao Gan Ma sendiri berarti 'Ibu Asuh Tua', julukan yang diberikan warga sekitar karena Tao dikenal suka membantu pelanggan dan mahasiswa yang kesulitan.

Kini Lao Gan Ma menjadi salah satu merek sambal paling terkenal di dunia dari China. Produksinya mencapai lebih dari satu juta botol per hari.

Meski Tao Huabi sudah pensiun sejak 2014, wajahnya masih tetap terpampang di setiap botol Lao Gan Ma yang beredar di seluruh dunia.

Sosok Wanita di Botol Sambal Lao Gan Ma Khas ChinaSosok Bu Rudy dan sambal ikonik buatannya. Foto: Site News

Di Indonesia pun, ada satu produk sambal yang mirip dengan Lao Gan Ma, yaitu Sambal Bu Rudy. Bukan dari segi racikan atau jenis sambalnya, melainkan karena sama-sama menampilkan foto sang pemilik di kemasan botol sambal.

Sosok Bu Rudy sudah identik dengan aneka olahan sambalnya yang jadi ikon oleh-oleh dari Surabaya. Wanita bernama asli Lanny Siswadi kelahiran Madiun ini memulai usaha kulinernya dari jualan di dalam mobil pada tahun 1995.

Jauh sebelum terkenal menjadi juragan sambal dari Surabaya, Bu Rudy lebih dulu terkenal dengan aneka makanan olahannya. Mulai dari nasi campur, nasi pecel khas Madiun, hingga nasi bungkus dengan udang goreng yang enak. Sampai terciptalah sambal bawang, sambal bajak hingga sambal ijo khas Bu Rudy.

Kini Bu Rudy menjadi salah satu pengusaha kuliner sukses di Indonesia. Hampir semua makanan yang dijualnya, termasuk sambal, menggunakan foto wajahnya yang jadi ciri khas.


(sob/adr)