Miris! Pria Usia Produktif Paling Banyak Jadi Korban Kecelakaan

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih tinggi. Lebih miris lagi, pria berusia produktif banyak menjadi korban kecelakaan.

Pengamat transportasi yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan, kondisi darurat keselamatan transportasi jalan di Indonesia merupakan isu sistemik yang dipicu oleh akumulasi berbagai faktor.

"Mulai dari pengawasan regulasi yang lemah hingga perilaku pengguna jalan dan anggaran yang dipangkas," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika dibedah lebih dalam, 61 persen kecelakaan dipicu oleh faktor manusia, baik karena kurangnya kemampuan maupun karakter pengemudi yang berisiko. Faktor prasarana dan lingkungan menyusul dengan kontribusi 30 persen, sedangkan masalah teknis kendaraan menyumbang 9 persen.

"Data ini menjadi alarm bahwa perbaikan keselamatan tidak cukup hanya dengan memperbaiki jalan atau mengecek mesin, tetapi juga harus menyentuh sisi fundamental, yakni kedisiplinan dan kompetensi penggunanya," sebut Djoko.

Djoko bilang, jalan raya di Indonesia masih menyimpan risiko tinggi, terutama bagi kelompok usia muda. Kebanyakan korban kecelakaan adalah mereka yang berusia produktif.

"Berdasarkan data Korlantas Polri dan PT Jasa Raharja, angka fatalitas kecelakaan telah melampaui 100 jiwa per hari. Didominasi oleh pengguna sepeda motor (75 persen), kecelakaan ini secara spesifik menyasar mereka yang tengah dalam masa produktif mulai dari pelajar hingga pekerja dengan rentang usia mayoritas antara 11 hingga 55 tahun (lebih 70 persen)," ujarnya.

Dari jumlah tersebut, lanjut Djoko, porsi pelajar dan mahasiswa (11-25 tahun) sangat menonjol, sering kali berkisar di angka 25 sampai 40 persen.

"Memang ada tren penurunan fatalitas sekitar 8 persen pada mudik 2026 ini jika dibandingkan tahun sebelumnya. Namun sayang, profil korbannya masih tetap sama: didominasi oleh kaum laki-laki yang sebenarnya sedang berada di usia puncak produktivitas mereka," sebut Djoko.


(rgr/dry)