Misbakhun Layak Dapat MBG

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Dalam semesta logika yang normal, kata "terbukti" biasanya memerlukan perangkat pendukung berupa data empiris, metodologi yang sahih, serta hasil evaluasi yang mampu melewati uji validitas paling dasar sekalipun. 

Namun, nampaknya bagi Misbakhun, bukti hanyalah detail kecil yang membosankan yang bisa dilewati demi sebuah retorika yang menggelegar.

Sungguh mengagumkan melihat bagaimana sebuah kebijakan publik bisa dianggap sukses secara mutlak bahkan sebelum piring-piringnya dicuci.

Sebuah lompatan logika yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki kapasitas kognitif di atas rata-rata atau mungkin justru yang sangat membutuhkannya.

Sangatlah menyentuh hati melihat dedikasi Misbakhun dalam meminta masyarakat agar tidak mudah termakan hoaks di media sosial.

Sementara pada saat yang sama, Misbakhun menyuguhkan hidangan narasi tanpa basis data yang jauh lebih sulit dicerna daripada nasi kotak kualitas paling rendah sekalipun.

Standar ganda ini seolah menjadi ornamen indah dalam karier politiknya; sebuah instruksi agar rakyat bersikap kritis, sementara dirinya sendiri asyik berpesta di atas klaim yang melayang di awan. 

Mengingat betapa gigihnya Misbakhun meyakinkan kita akan mukjizat nutrisi dalam program MBG, maka muncul sebuah pemikiran yang sangat luhur dan penuh rasa peduli. 

Mungkin program Makan Bergizi Gratis ini seharusnya tidak hanya diberikan kepada anak-anak sekolah, melainkan juga didistribusikan kepada Misbakhun sendiri sebagai prioritas utama.

Langkah ini bukanlah sebuah bentuk sinisme, melainkan sebuah bentuk konsistensi moral yang sangat tinggi. 

Jika Misbakhun begitu percaya bahwa asupan nutrisi gratis ini mampu mendongkrak kualitas kecerdasan dan SDM secara instan, maka akan sangat tidak adil jika Misbakhun sendiri tidak mencicipi khasiatnya agar nalar dan logika berpikirnya bisa sedikit lebih sinkron dengan kenyataan objektif.

Kita tentu sangat khawatir jika kualitas SDM para elite kita tetap berada di level "klaim tanpa data", sementara rakyat sudah jauh melesat maju.

Oleh karena itu, mari kita pastikan Misbakhun mendapatkan porsi MBG pertamanya, demi menjaga agar kecerdasan beliau tetap berada pada jalur yang benar, atau setidaknya, agar bisa membedakan mana yang disebut "bukti ilmiah" dan mana yang sekadar "halusinasi politik" yang dipicu oleh perut kosong akan fakta.rmol news logo article

Hamdi Putra
Forum Sipil Bersuara (FORSIBER)