Perusahaan minuman asal China, Mixue Group, mencatat penurunan jumlah gerai luar negeri sebanyak 428 unit sepanjang tahun 2025. Penurunan ini terjadi seiring penutupan sejumlah gerai di Indonesia dan Vietnam sebagai bagian dari upaya peningkatan operasional dan efisiensi.
Mengutip VN Express International, Rabu (29/4), perusahaan tidak merinci jumlah gerai yang ditutup di kedua negara tersebut. Namun dalam laporan keuangan terbarunya, disebutkan fokus diarahkan pada optimalisasi operasional gerai yang ada guna mendukung keberlanjutan dan stabilitas jangka panjang.
Di sisi lain, Mixue justru melakukan ekspansi di sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat (AS) dan Kazakhstan, serta membuka gerai pertama di Malaysia dan Thailand melalui merek berbeda, yakni Lucky Cup. Hingga akhir tahun lalu, Mixue memiliki 59.823 gerai secara global, dengan 55.356 di antaranya berada di China daratan.
Indonesia dan Vietnam menjadi dua pasar luar negeri terbesar bagi Mixue. Di Vietnam, jumlah gerai mencapai 1.304 unit per September 2024, berdasarkan prospektus yang diajukan untuk IPO di Hong Kong pada awal 2025. Di pasar tersebut, Mixue mulai mempercepat transformasi dari format toko kecil tradisional menjadi gerai berukuran lebih besar. Lokasi baru dilengkapi area persiapan yang lebih luas, tampilan toko menghadap jalan, ruang yang lebih besar dibandingkan sebelumnya, sekaligus memprioritaskan lokasi strategis.
Mixue pertama kali masuk ke Vietnam pada 2018 dengan fokus awal di Hanoi dan wilayah utara, sebelum akhirnya berekspansi ke seluruh negeri. Produk andalannya meliputi lemonade, es krim, milk tea, dan fruit tea dengan harga berkisar VND 10.000 hingga VND 30.000 (setara Rp 6.500 hingga Rp 19.757). Perusahaan menjaga harga tetap terjangkau melalui pengendalian rantai pasok secara menyeluruh, mulai dari produksi bahan baku, logistik, hingga riset dan pengendalian kualitas.
Dalam laporan 2024, platform manajemen toko iPOS menyebut Mixue sebagai salah satu kekuatan utama yang mengubah pasar minuman milk tea di Vietnam, khususnya dalam memperluas segmen minuman terjangkau, dengan strategi waralaba yang agresif. Mixue pun menyatakan akan terus memperluas kehadirannya di Asia Tenggara dengan memperkuat jaringan mitra waralaba di kawasan tersebut.
Sementara itu, pendapatan perusahaan justru melonjak 35 persen menjadi RMB 33,56 miliar atau sekitar USD 4,9 miliar sepanjang tahun 2025. Sementara laba bersih naik 33 persen menjadi RMB 5,93 miliar.
Untuk pasar luar negeri, jumlah gerai tercatat sebanyak 4.467 unit pada akhir 2025, turun dari 4.895 unit pada tahun sebelumnya. Hingga akhir tahun, perusahaan telah beroperasi di 13 negara dan membangun jaringan pergudangan serta logistik lokal di delapan negara.
Mixue Akan Memprioritaskan Pasar Asia Tenggara
Mixue menyatakan akan tetap memprioritaskan Asia Tenggara sambil menerapkan pendekatan ekspansi global yang lebih fleksibel, dengan mempertimbangkan permintaan lokal, kinerja gerai, dan kondisi ekonomi yang lebih luas, seperti dikutip dari China Daily.
Dalam daftar “Global 50 Chinese Catering Brands” tahun 2026 yang dirilis oleh China Chain Store and Franchise Association, total gerai luar negeri dari 50 merek mencapai 6.801 unit pada akhir 2025. Mixue memimpin dengan jumlah gerai yang bahkan melebihi total sembilan merek berikutnya.
Perusahaan juga sempat mengumumkan perombakan manajemen. Salah satu pendiri, Zhang Hongfu, mundur dari posisi CEO dan menjadi co-chairman, sementara posisi CEO kini dijabat oleh Zhang Yuan.
Pendapatan perusahaan masih didominasi oleh penjualan bahan baku dan peralatan kepada mitra waralaba, yang mencapai RMB 32,77 miliar atau naik 35,3 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan dari layanan waralaba meningkat 28 persen menjadi RMB 790 juta.
Meski pendapatan dan laba menunjukkan pertumbuhan kuat, margin keuntungan mulai tertekan. Margin kotor dari penjualan barang dan peralatan turun menjadi 29,9 persen dari 31,2 persen pada 2024, seiring kenaikan biaya bahan baku serta perubahan komposisi pendapatan yang memengaruhi profitabilitas.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·