Modus Pelecehan Syekh AAM: Janji Sekolah ke Mesir hingga Dalih Agama

Sedang Trending 2 jam yang lalu

SEJAK laporan masuk ke Bareskrim Polri pada 28 November 2025, kasus dugaan pelecehan yang melibatkan pendakwah Syekh AAM belum menunjukkan perkembangan. Pendakwah yang juga pendamping korban, Abi Makki Mulki Miski, membeberkan modus yang digunakan Syekh AAM dalam melecehkan beberapa laki-laki.

Abi Makki mengatakan Syekh AAM menggunakan modus iming-iming pendidikan di Mesir untuk mendekati korban. “Pelaku menawarkan apakah korban mau belajar ke Mesir,” kata Abi Makki, pada Kamis, 16 April 2026.

Abi Makki menjelaskan, korban sempat mempertanyakan tindakan Syekh AAM. Namun, menurut dia, Syekh AAM memberikan penjelasan yang tidak benar dengan mengaitkan perbuatannya dengan Rasulullah dan Ali bin Abi Thalib. “Hal itu yang membuat kami tidak bisa menerimanya. Ada juga korban yang diajak menyaksikan tayangan yang tidak pantas,” ujar Abi Makki.

Ia mengatakan, Syekh AAM kembali memberikan dalih lain dengan menyebut bahwa Imam Syafii akan melakukan hal serupa. “Alasan tersebut sama sekali tidak dapat diterima,” kata dia. Sebagian korban masih di bawah umur saat kejadian berlangsung. Selain itu, beberapa korban mengalami tindakan tersebut secara berulang. Abi Makki mengatakan dalih yang disampaikan Syekh AAM memperdaya korban, karena pelaku memiliki reputasi sebagai pendakwah dan penghafal Al-Qur’an.

Bareskrim Polri menyampaikan Syekh AAM tidak memenuhi panggilan pemeriksaan karena berada di Mesir. Hingga kini, polisi mencatat ada lima korban yang seluruhnya laki-laki. Jumlah tersebut diduga lebih banyak, namun baru lima korban yang bersedia memberikan keterangan.

Pilihan Editor: Perlindungan Traumatis Korban Kekerasan Seksual