Badan Sosialisasi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026. Langkah ini diambil setelah munculnya dinamika dalam kompetisi tingkat provinsi di Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abraham Liyanto tetap optimis bahwa eksistensi LCC Empat Pilar akan semakin kuat dan berkembang signifikan, seperti dikutip dari Detikcom. Respons publik terhadap dinamika di final Kalbar dinilai menjadi cerminan dari perhatian besar masyarakat.
MPR RI sendiri memiliki tiga alat kelengkapan utama, yakni Badan Sosialisasi, Badan Pengkajian, dan Badan Penganggaran. Agenda LCC Empat Pilar berada di bawah naungan Badan Sosialisasi sebagai upaya krusial dalam meningkatkan pemahaman ideologi bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Abraham Liyanto dalam konferensi pers di lobi Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/5/2026). Agenda ini juga dihadiri Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman dan Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah.
"Secara umum, hingga tanggal 9 Mei 2026 telah dilaksanakan LCC empat pilar di 15 provinsi, di mana Kalbar merupakan provinsi ke-15, sehingga masih tersisa 23 provinsi lainnya yang belum melaksanakan LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026," kata Abraham dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).
Imbas dari dinamika yang terjadi pada LCC Kalbar, pelaksanaan kompetisi di provinsi lain terpaksa ditunda. Pimpinan Badan Sosialisasi kemudian menggelar rapat daring pada Selasa (12/5/2026) untuk memutuskan evaluasi total terhadap penilai dan penyelenggara.
Rapat tersebut turut membahas surat pernyataan resmi dari SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas. Salah satu poin krusial dalam surat itu memuat penolakan terhadap opsi pelaksanaan ulang lomba cerdas cermat.
"Oleh karena itu, rapat gabungan dengan pimpinan MPR hari ini, memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan oleh kedua sekolah tersebut. Kami menilai bahwa sikap yang ditunjukkan dalam pernyataan kedua sekolah ini merupakan wujud nyata dari implementasi nilai-nilai Empat Pilar MPR itu sendiri. Di sana ada nilai toleransi, persatuan yang dijunjung tinggi, serta nilai keadilan dan demokrasi," ujar Abraham.
Evaluasi ke depan akan menyasar komposisi dewan juri. Badan Sosialisasi berencana melibatkan unsur pakar hukum tata negara serta akademisi atau dosen dari perguruan tinggi setempat di tiap provinsi.
"Dengan format baru ini, pihaknya berharap sosialisasi Empat Pilar dapat semakin membumi dan mudah dipahami masyarakat," tuturnya.
Abraham menambahkan bahwa LCC Empat Pilar ini akan terus diselenggarakan dengan meningkatkan kualitas pengaturan dan melibatkan juri yang lebih profesional.
"With demikian, cita-cita Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) dapat memperkuat generasi muda untuk semakin mencintai bangsa ini," tuturnya.
Tujuan utama dari gerakan ini adalah agar seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, memahami kehidupan berbangsa dan bernegara secara tepat. Kompetisi ini diarahkan untuk memperluas wawasan kebangsaan, cinta Tanah Air, serta prinsip konstitusi.
"Mudah-mudahan ke depan Sosialisasi Empat Pilar ini bisa lebih membumi, sehingga target pemahaman bagi 280 juta warga Indonesia dapat tercapai, demi menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Sikap ini sudah dicontohkan dengan sangat baik oleh adik-adik kita dari kedua sekolah tersebut," tutupnya.
41 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·