MSF: Wabah Ebola di RD Kongo sangat mengkhawatirkan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Moskow (ANTARA) - Perkembangan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo(DRC) sangat mengkhawatirkan, kata Wakil Direktur operasi Medecins Sans Frontieres (Doctors Without Borders), Alan Gonzalez pada Sabtu (30/5).

"Dua pekan menyusul pengumuman wabah penyakit Ebola di Provinsi Ituri, situasinya sangat mengkhawatirkan dan menjadi sumber kecemasan yang nyata bagi masyarakat dan petugas kesehatan garis depan," katanya melalui pernyataan.

Menurutnya, kecepatan penyebaran Ebola belum pernah terjadi sebelumnya, dan mereka yang berada di lapangan tidak mampu mengimbangi hal tersebut.

Dugaan kasus Ebola baru ditemukan setiap hari, tetapi proses pemeriksaan yang lamban menghambat hasil diagnosis tepat waktu. Kapasitas pemeriksaan harus segera ditingkatkan agar situasi tersebut, setidaknya dapat dikendalikan sebagian, katanya.

Pernyataan itu disampaikan saat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus saat melakukan kunjungan tingkat tinggi ke Ituri.

WHO telah menyatakan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Menurutnya, lebih dari 900 kasus suspek Ebola dilaporkan di Republik Demokratik Kongo, termasuk 223 kematian yang diduga akibat penyakit tersebut.

Wabah Ebola sebelumnya di DRC berakhir pada Oktober 2025.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: WHO: Tingkat kematian Ebola Bundibugyo bisa capai 50 persen

Baca juga: Badan kesehatan Afrika ingatkan 10 negara berisiko terkena wabah Ebola

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.