Indonesia punya banyak makanan khas dengan nama nyeleneh. Seperti kue kontol sapi, kontol kejepit, hingga peler berdebu. Ternyata ini perbedaannya.
Nama makanan yang unik sering kali langsung menarik perhatian publik. Di Indonesia sendiri ada banyak kuliner dengan nama nyeleneh, lucu, hingga terdengar vulgar.
Di balik nama yang kontroversial biasanya tersimpan sejarah, tradisi, atau sekadar candaan khas masyarakat setempat. Beberapa yang populer di antaranya ada kue kontol sapi, kontol kejepit, hingga peler berdebu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penamaan kue yang mirip seperti alat kelamin ini menyimpan fakta budaya di baliknya. Ketiganya memiliki perbedaan yang signifikan, mulai dari bahan dasar hingga asal usul budayanya.
Berikut perbedaan tiga kue bernama vulgar, dilansir dari beberapa sumber:
Kue kontol sapi Foto: Istimewa
1. Kue Kontol Sapi
"Kontol Sapi" merupakan salah satu jajanan tradisional yang berasal dari Cilegon, Banten. Nama tersebut muncul karena bentuk kuenya dianggap menyerupai alat kelamin pria.
Makanan ini disebut mirip dengan getas atau gemblong. Bahan utamanya dari tepung dan gula yang kemudian digoreng hingga menghasilkan tekstur manis dan legit.
Sebab bentuknya unik, masyarakat sekitar akhirnya memberi nama yang nyeleneh agar lebih mudah dikenali. Banyak orang yang baru pertama mendengar nama "Kontol Sapi" biasanya langsung mengira makanan ini berbahan daging sapi atau bagian tubuh tertentu.
Padahal makanan tersebut hanyalah jajanan pasar biasa dengan rasa manis gurih seperti camilan tradisional lainnya. Kini "Kontol Sapi" termasuk salah satu makanan tradisional yang sering masuk daftar kuliner nyeleneh Nusantara.
2. Kue Kontol Kejepit
"Kontol Kejepit" atau sering disebut "Tolpit" merupakan jajanan khas Bantul, Yogyakarta. Nama asli sebenarnya adalah adrem, yaitu kue tradisional berbahan tepung beras dan gula merah yang digoreng seperti kue cucur.
Nama "Kontol Kejepit" muncul karena bentuk kuenya dianggap menyerupai alat kelamin pria. Selain itu, proses pembuatannya juga dilakukan dengan cara dijepit menggunakan alat saat digoreng.
Meski terdengar vulgar, masyarakat Yogyakarta sudah menganggap nama itu sebagai hal biasa. Bahkan banyak wisatawan yang sengaja mencari jajanan ini karena penasaran dengan namanya yang viral di media sosial.
Nama-nama makanan unik seperti ini muncul karena masyarakat di daerah lebih sederhana dalam memberi penamaan. Penamaan dilakukan berdasarkan apa yang terlihat di sekitar mereka.
3. Kue Peler Berdebu
Berbeda dengan dua makanan sebelumnya, "Peler Berdebu" merupakan jajanan khas Kepulauan Seribu, Jakarta. Sekilas bentuknya memang mirip klepon, tetapi bahan dasarnya berbeda.
Jika klepon dibuat dari tepung ketan, "Peler Berdebu" menggunakan ketela sebagai bahan utama. Nama unik tersebut muncul karena tampilan kuenya bulat kecil dan diselimuti kelapa parut di bagian luar.
Kelapa parut itu kemudian dianggap seperti "debu" yang menempel di permukaan makanan. Teksturnya lembut dengan rasa manis alami dari ketela dan gurih dari kelapa parut.
Di media sosial, nama "Peler Berdebu" semakin sering dibahas karena dianggap lucu dan unik. Walaupun namanya terdengar aneh, rasa makanan ini justru cukup digemari.
Simak Video "Potensi Besar Kuliner Indonesia Masuk Pasar Internasional "
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·