Nameset Jersey Timnas Indonesia Sempat Copot di FIFA Series 2026, CEO Kelme Indonesia Beri Penjelasan

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia memasuki era baru pada FIFA Series 2026. Banyak sesuatu baru di Tim Merah Putih termasuk sokongan dari sonsor apparel baru, Kelme. 

Namun, debut Kelme bersama Timnas Indonesia tidak berjalan dengan mulus. Ada beberapa masalah yang disoroti oleh pencinta sepak bola Indonesia. 

Misalnya kerusakan nameset pada jersey Timnas Indonesia yang terjadi pada laga pertama dan kedua FIFA Series 2026, baik saat melawan Saint Kitts and Nevis dan juga Bulgaria pada Maret lalu.

Kerusakan nameset itu terlihat pada seragam milik Dony Tri Pamungkas dan Ole Romeny. Ada yang terkelupas pada salah satu huruf nama mereka.

CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, menegaskan bahwa jersey Timnas Indonesia memiliki kualitas setara dengan standar internasional meski menuai kritik publik terkait jahitan, finishing, dan harga, dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (6/5/2026), sekal...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Penelusuran

CEO Kelme Indonesia Kevin Wijaya angkat bicara mengenai kritikan dan sorotan yang tertuju pada jersey anyar Timnas Indonesia saat FIFA Series 2026. Ia menanggapi viralnya kerusakan kostum perang Garuda pada bagian penulisan nama dan nomor punggung.

Kevin Wijaya menyatakan langsung melakukan penelusuran internal setelah insiden tersebut. Mereka menemukan ternyata ada beberapa faktor yang memengaruhi copotnya nameset pada jersey Timnas Indonesia.

Kelme kemudian melakukan evaluasi menyeluruh selama kurang lebih satu bulan selepas perhelatan FIFA Series pada akhir Maret lalu. Dari hasil evaluasi tersebut, ditemukan adanya kendala dalam proses penempelan nameset.

"Soal yang lagi ramai tentang nameset copot, berdasarkan yang kami telusuri ada tiga komponen. Pertama untuk nameset bisa nempel bergantung pada material jersey, terus material nameset, dan proses melakukan pressing-nya," kata Kevin dalam Kelme Media Session di GBK Arena, Jakarta pada Rabu (6/5).

"Kami melakukan penelusuran menyeluruh sekitar satu bulan setelah FIFA Series di akhir Maret. Ada persoalan di proses pressing-nya. Soal penempelan itu bergantung juga ke mesin penempel, operator penempel, dan SOP-nya,"  sambung Kevin. 

Minta Maaf

Lebih lanjut, Kevin Wijaya menyatakan, Kelme sebenarnya sudah memberikan standar operasional terkait proses pemasangan nameset. Namun, ada detail teknis yang luput dari perhatian sehingga berdampak pada hasil akhir sehingga pengelupasan terjadi.

"Kelme sudah memberikan SOP soal temperatur 160 derajat yang ditekan 15 detik. Tapi ada satu hal yang kami lewatkan dan kami memohon maaf. Tidak semua mesin press itu sama. Satu mesin dan mesin lainnya itu perlu perlakuan yang berbeda. Kami memohon maaf terhadap hal ini," katanya

"Jadi ke depannya untuk yang terkait dengan players, kami akan melakukan pendampingan dengan adanya tim ahli untuk proses pressing-nya supaya bisa ada proses monitoring terkait bagaimana sih SOP-nya sudah dijalankan atau belum," tandas Kevin Wijaya.