NATO Bahas Rencana Terjunkan Pasukan ke Selat Hormuz

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sedang mendiskusikan rencana pengerahan pasukan untuk mengawal kapal komersial di Selat Hormuz yang diblokade oleh Iran, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz pada Rabu (20/5).

Langkah intervensi militer ini dipertimbangkan untuk diambil aliansi tersebut jika jalur pelayaran energi vital dunia itu tidak kunjung dibuka kembali hingga awal Juli mendatang.

Rencana pengamanan tersebut mencuat setelah penutupan selat memicu lonjakan harga energi global, meskipun keputusan bulat dari seluruh anggota NATO belum tercapai menjelang KTT di Ankara pada 7–8 Juli.

Panglima Tertinggi Sekutu NATO untuk Eropa, Alexus Grynkewich, memberikan konfirmasi mengenai adanya pertimbangan taktis terkait situasi di jalur laut strategis tersebut.

"Arah politik harus ditentukan terlebih dahulu, baru setelah itu perencanaan formal dapat dilakukan," ujar Alexus Grynkewich, Panglima Tertinggi Sekutu NATO untuk Eropa.

Ia juga menyatakan bahwa pemikiran ke arah intervensi militer tersebut memang ada di dalam agenda pembahasan internal aliansi.

"Apakah saya memikirkannya? Tentu saja." ujar Alexus Grynkewich, Panglima Tertinggi Sekutu NATO untuk Eropa.

Pihak militer NATO menilai penutupan Selat Hormuz berisiko mengganggu stabilitas ekonomi dan kapasitas industri pertahanan negara-negara sekutu karena Iran terus melepaskan tembakan rudal.

“Penghentian ini berdampak sangat negatif terhadap seluruh perekonomian kita — dan dampak terhadap ekonomi juga akan memengaruhi kapasitas industri militer kita dalam jangka panjang,” ujarnya Alexus Grynkewich, Panglima Tertinggi Sekutu NATO untuk Eropa.

Blokade Selat Hormuz oleh Iran telah berlangsung sejak akhir Februari setelah aksi pemboman oleh AS dan Israel, yang kemudian memicu ketegangan diplomatik karena adanya penolakan dari beberapa anggota NATO seperti Spanyol terhadap tuntutan Presiden AS Donald Trump.