NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Juru bicara NATO, Allison Hart menyatakan tengah menjalin komunikasi intensif dengan Washington untuk mengetahui alasan dari rencana tersebut.

"Kami sedang bekerja sama dengan AS untuk memahami detail keputusan mereka mengenai postur kekuatan di Jerman," tulis Hart dalam platform X dikutip dari Anadolu pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Hart menilai langkah tersebut menjadi sinyal kuat bagi negara-negara Eropa untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kekuatan militer AS. 

Ia menekankan pentingnya peningkatan investasi di sektor pertahanan agar Eropa dapat mengambil tanggung jawab lebih besar dalam menjaga keamanan kolektif.

Meski terjadi penyesuaian kekuatan, NATO tetap optimis terhadap kemampuan pertahanannya, sejalan dengan visi 

“Eropa yang lebih kuat dalam NATO yang lebih kuat,” katanya.

Di sisi lain, keputusan Pentagon menarik sekitar 5 ribu personel militer dari Jerman disebut tidak terlepas dari ketegangan politik antara Presiden AS Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Sebelumnya, Merz melontarkan kritik tajam terhadap strategi perang AS di Iran yang dinilai tidak memiliki "strategi keluar" yang jelas. 

Ia bahkan menyebut Washington tengah "dipermalukan" oleh rezim Teheran dalam proses perundingan.

Menanggapi hal itu, Trump menyatakan sedang mengevaluasi pengurangan kehadiran militer AS di Jerman, yang mencerminkan adanya keretakan di internal NATO terkait kebijakan terhadap Iran.

Penarikan pasukan ini menandai babak baru hubungan transatlantik pada 2026, di mana negara-negara Eropa didorong untuk mempercepat penguatan dan modernisasi militer secara mandiri.rmol news logo article