NBA Tanggapi Keluhan Wasit Saat Lakers Tertinggal 0&2 dari Thunder

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Wakil Presiden Senior NBA Monty McCutchen memberikan tanggapan resmi atas meningkatnya keluhan terhadap kinerja wasit selama babak playoff 2026, termasuk insiden yang melibatkan bintang LA Lakers Austin Reaves pada Kamis malam lalu.

Pernyataan ini muncul saat LA Lakers tertinggal 0-2 dari Oklahoma City Thunder di semifinal Wilayah Barat, di mana Reaves terlihat sangat emosional menghadapi kru wasit setelah kekalahan timnya pada gim kedua.

McCutchen menegaskan komitmen liga terhadap profesionalisme wasit meskipun dalam tekanan tinggi babak pascamusim yang penuh gairah dan konflik kompetitif.

"We want professionalism and our group to provide it. This is the best time of the year and there is a lot of passion… We expect some conflict, of course… Do we make mistakes as officials? Yeah, we can own that part of it… Referees are not perfect this time of the year and every championship run involves overcoming mistakes by the referees," ujar Monty McCutchen, Senior VP NBA kepada ESPN.

Petinggi pengembangan wasit tersebut juga menyoroti interaksi spesifik antara Reaves dan wasit John Goble yang dianggap masih dalam batas wajar meski suasana memanas.

"Austin [Reaves] was in control, John [Goble] did a good job of letting him hear his peace. There were a couple of plays at the end of that game that lived on the nuances of our rules… I can understand in the passion of that moment the disagreement from a team. If there is meaningful conversation after and it’s not out of control, and in this situation it was not, we want to make sure on our end we are not defensive and willing to listen," tutur McCutchen dalam laporan yang dilansir Basketnews.

Di sisi lain, kekalahan Lakers dari Thunder mengungkap masalah fundamental pada kedalaman skuat yang dibangun di sekitar Luka Doncic, yang saat ini harus absen karena cedera hamstring.

Menurut laporan Lakeshowlife, Thunder mendominasi seri ini dengan rotasi sepuluh pemain yang solid, sementara Lakers dianggap terlalu banyak memiliki pemain satu dimensi yang sulit menandingi kualitas tim lawan.

Manajemen Lakers di bawah Rob Pelinka kini menghadapi tantangan besar untuk memperkuat tim pada musim panas mendatang, termasuk keputusan mengenai masa depan LeBron James yang telah memasuki musim ke-23.

Lakers dijadwalkan melakoni gim ketiga melawan Oklahoma City Thunder pada Sabtu waktu setempat dengan misi mengejar ketertinggalan demi menjaga peluang di babak playoff.