NEC Nijmegen bersiap menghadapi laga penentu untuk mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions atau Liga Europa melawan Go Ahead Eagles pada pertandingan terakhir musim ini di Stadion De Goffert, Minggu, 17 Mei 2026 pukul 14.30 waktu setempat.
Dilansir dari situs resmi klub nec-nijmegen.nl, tim tuan rumah saat ini berada di peringkat keempat klasemen sementara dan membutuhkan kemenangan agar bisa menyalip FC Twente, sembari berharap rival mereka tersebut gagal menundukkan PSV Eindhoven.
Jika meraih hasil seri atau kalah, posisi NEC terancam melorot ke peringkat kelima klasemen jika Ajax berhasil memetik kemenangan di markas SC Heerenveen, yang akan memaksa mereka melewati babak play-offs domestik yang rumit.
Kondisi ini memicu respons kuat dari kapten kesebelasan yang merasa performa konsisten tim sepanjang musim ini sudah sepatutnya membuahkan tiket langsung ke kompetisi antarklub Eropa tanpa harus melalui fase tambahan.
"It is nu alles of niets. Er is maar één optie en dat is winnen" ujar Tjaronn Chery, Kapten NEC, sebagaimana dikutip dari media ForzaNEC melalui voetbalprimeur.nl.
Chery menambahkan bahwa performa tim dalam beberapa laga terakhir kurang memuaskan karena gagal memetik kemenangan dalam lima pertandingan pamungkas, termasuk di ajang KNVB Beker, setelah sebelumnya takluk 2-1 dari FC Groningen.
"We hebben geluk gehad. Twee keer hebben andere ploegen ons geholpen. Maar dat gaat geen derde keer gebeuren.” kata Tjaronn Chery, Kapten NEC.
Sang kapten menekankan bahwa skuadnya telah berada di posisi tiga besar dalam durasi yang lama sepanjang musim berjalan sehingga layak mendapatkan kepastian posisi yang menguntungkan di akhir kompetisi.
"We hebben heel het seizoen op plek drie gestaan. Niet één weekje, maar echt constant. Als je zo’n seizoen draait, dan moet je jezelf ook belonen. Als de ploegen onder je er ook niet overheen gaan, dan hoor je blijkbaar gewoon daar te staan." cetus Tjaronn Chery, Kapten NEC.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh elemen klub, mulai dari para pemain hingga basis pendukung setia, sangat mendambakan kelolosan langsung demi menghindari jadwal melelahkan di babak kualifikasi internal.
"Nee. Daar heeft helemaal niemand trek in. Met alle respect, maar wij hebben dit seizoen zoveel gepresteerd. Dan wil je gewoon direct Europees voetbal halen. Voor de club. Voor de fans. Voor iedereen." sambung Tjaronn Chery, Kapten NEC.
Di sisi lain, juru taktik tuan rumah memilih untuk bersikap tenang menjelang laga krusial ini dengan tidak menerapkan metode kepelatihan yang berlebihan atau memberikan tekanan psikologis tambahan kepada para pemainnya.
“Ik geloof niet zo in een poppenkast opvoeren” kata Dick Schreuder, Pelatih NEC, dalam wawancara terpisah bersama ForzaNEC.
Schreuder berargumen bahwa keberhasilan tim menembus papan atas merupakan buah dari konsistensi latihan harian dan etos kerja yang terjaga, bukan karena taktik instan yang dipersiapkan secara mendadak.
“Wij staan hier niet voor niets” tutur Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Pelatih tersebut kemudian menyoroti penurunan kualitas permainan anak asuhnya saat menghadapi FC Groningen yang dinilainya terlalu mengandalkan skema serangan spekulatif tanpa organisasi taktik yang rapi.
“Dat was onder de maat. Niet goed genoeg om echt af te dwingen wat we wilden.” sesal Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Ia menginginkan skuadnya kembali memperagakan gaya sepak bola dominan seperti saat mereka sukses meredam perlawanan tim-tim kuat lain sepanjang periode kompetisi musim ini.
“Dat laatste halfuur was vooral pompen. Veel energie, maar niet echt goed voetbal.” jelas Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Schreuder juga merefleksikan nilai-nilai kedisiplinan tinggi yang ia peroleh selama masa mudanya saat menimba ilmu sepak bola di bawah bimbingan para pelatih legendaris.
“Wij moeten weer onze wil opleggen met voetbal. Dat is waar we sterk in zijn.” tegas Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Ia menolak anggapan bahwa timnya membutuhkan dorongan psikologis eksternal yang tidak biasa demi menghadapi partai yang disebut-sebut sebagai final musim ini bagi klub.
“Ik ben niet opgevoed met allemaal extra prikkels of rare dingen” ungkap Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Pengalaman masa lalunya di akademi sepak bola memberikan fondasi kuat mengenai arti penting konsistensi performa harian daripada mengandalkan motivasi sesaat.
“Ik heb op het PSV-internaat gezeten bij trainers als Huub Stevens en Gerets. Daar leerde je gewoon: elke dag doen wat nodig is.” beber Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Schreuder juga mengingatkan bahwa strategi motivasi yang terlalu sering berubah justru berisiko membuat para pemain kehilangan kepercayaan terhadap pesan yang disampaikan oleh jajaran pelatih.
“Als je als speler elke week iemand voor de groep hebt staan die weer iets anders verzint, dan prik je daar op een gegeven moment doorheen. Ook als je wint, praten we over wat beter moet. Dat doen we het hele seizoen al.” urai Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Lebih lanjut, ia mengecam pergeseran opini publik yang mulai memandang sebelah mata pencapaian skuadnya, padahal tim ini telah memecahkan rekor poin tertinggi sepanjang sejarah keikutsertaan klub.
“Het lijkt soms alsof deze groep arrogant gevonden wordt, maar deze groep is verre van arrogant. Deze ploeg is juist nederig, rustig dan hongerig. Daarom staan we waar we staan.” sanggah Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Schreuder juga menambahkan bahwa jajaran manajemen maupun pemain tidak pernah mematok target muluk sejak awal kompetisi, sehingga tekanan dari luar dianggapnya tidak adil bagi tim.
“We hebben nu al meer punten gehaald dan ooit in de clubgeschiedenis. Daar wordt soms een beetje aan voorbij gegaan.” lanjut Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Menurutnya, tuntutan tinggi dari pihak luar untuk menembus zona Liga Champions justru memberikan dampak psikologis yang kurang baik bagi para pemain yang sudah tampil melampaui ekspektasi.
“Dat is nooit vanuit de groep gekomen. Wij hebben nooit geroepen dat we voor de Champions League gingen.” papar Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Ia menyayangkan dinamika opini publik yang sering kali memojokkan performa impresif anak asuhnya di fase krusial kompetisi.
“Deze groep wordt daar af en toe een beetje de dupe van.” keluh Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Terkait motivasi tim tamu, sang pelatih meyakini Go Ahead Eagles yang kini bertengger di peringkat ke-12 klasemen akan tetap tampil kompetitif demi menjaga genggaman profesionalisme mereka.
“Geen enkele sportman gaat een wedstrijd in om te verloren. Dat geldt voor Go Ahead net zo goed.” ucap Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Ia pun memilih fokus mempersiapkan taktik internal timnya sendiri daripada mengkhawatirkan kalkulasi poin dan hasil akhir yang diraih oleh para kompetitor di pertandingan lain.
“Wij moeten weer doen waar we goed in zijn.” cetus Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Schreuder menyatakan kenyamanannya dalam menjalankan tugas kepelatihan dan menegaskan tidak merasakan tekanan mental yang berlebihan menjelang laga penentuan ini.
“Nee” tawa Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Ia lebih memilih untuk fokus pada target kemenangan di lapangan hijau tanpa harus terbebani oleh skenario posisi akhir di papan klasemen.
“Ik heb juist heel veel plezier in mijn vak.” akui Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Pelatih ini juga menegaskan ketidakpeduliannya terhadap potensi bantuan hasil pertandingan dari tim lawan karena kendali sepenuhnya ada di tangan pasukannya sendiri.
“Ik droom niet over plek drie of vier. Ik wil gewoon winnen. Daarna zien we wel waar we staan.” lanjut Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Ia menutup tanggapannya dengan menegaskan bahwa fokus utama timnya tidak akan terpecah oleh dinamika pertandingan di markas PSV.
“Ik heb geen invloed op PSV. Wij moeten naar onszelf kijken.” pungkas Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Di sisi lain, Schreuder sempat memberikan komentar mengenai kondisi salah satu pemain mudanya, Kodai Sano, yang tidak dipanggil ke dalam skuad tim nasional Jepang untuk ajang Piala Dunia.
“Sano is nog jong” kata Dick Schreuder, Pelatih NEC, saat mengomentari situasi talenta mudanya tersebut.
Pelatih tersebut melihat sang pemain merespons keputusan tersebut dengan kepala tegak dan menganggapnya sebagai proses pendewasaan karier sepak bola profesionalnya.
“Kodai was er oké onder. Ik heb geen andere Sano gezien ten opzichte van de afgelopen weken. Hij heeft waarschijnlijk nog een volgende stap nodig in zijn carrière.” imbuh Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Ia memiliki keyakinan besar bahwa kualitas sang pemain akan terus berkembang pesat dan kesempatan membela negara di turnamen akbar akan datang di masa depan.
“Die jongen gaat alleen maar beter worden. Dat WK gaat er ooit nog wel komen voor hem.” tutup Dick Schreuder, Pelatih NEC.
Berdasarkan ulasan sejarah dari ELF Voetbal, rekor pertemuan kedua kesebelasan di Stadion De Goffert menunjukkan persaingan yang sangat ketat dalam lima musim terakhir.
| 2024/25 | NEC vs Go Ahead Eagles | 2-3 |
| 2023/24 | NEC vs Go Ahead Eagles | 1-1 |
| 2022/23 | NEC vs Go Ahead Eagles | 3-3 |
| 2021/22 | NEC vs Go Ahead Eagles | 1-0 |
| 2016/17 | NEC vs Go Ahead Eagles | 1-2 |
Pertandingan krusial ini akan dipimpin oleh wasit Sander van der Eijk, yang juga bertindak sebagai pengadil lapangan saat NEC menelan kekalahan 2-3 dari lawan yang sama di stadion ini pada musim lalu.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·