Negara Anggota FIFA Ragukan Kepemimpinan Gianni Infantino Jelang 2027

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Sejumlah negara anggota FIFA mulai meragukan kepemimpinan Gianni Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA tahun 2027 di Rwanda akibat kedekatannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis, 16 April 2026. Hubungan personal tersebut dinilai mengancam posisi tawar Infantino karena dampak kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat terhadap anggota organisasi.

Dilansir dari Detik Sport, keresahan internal ini dipicu oleh sikap politik Trump terhadap negara-negara seperti Venezuela dan Iran yang dianggap dapat merugikan keharmonisan delegasi. Hal ini menjadi hambatan bagi Infantino yang sebelumnya sempat diprediksi akan kembali terpilih dengan mudah setelah menjabat sejak 2016 menggantikan Sepp Blatter.

Sorotan utama juga tertuju pada penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko yang terancam kebijakan imigrasi ketat. Muncul kekhawatiran bahwa larangan masuk bagi pendukung dari negara-negara tertentu ke Amerika Serikat dapat mengganggu kelancaran turnamen internasional tersebut.

Di sisi lain, konfederasi sepak bola Amerika Selatan justru menunjukkan arah dukungan yang berlawanan bagi petahana. Seluruh anggota dewan CONMEBOL secara terbuka menyatakan dukungan mereka agar pria berusia 56 tahun tersebut tetap memimpin hingga 2031 berdasarkan rilis resmi pada Kamis, 9 April 2026.

Dukungan CONMEBOL ini berkaitan dengan usulan ekspansi Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim untuk memperingati 100 tahun turnamen tersebut di Uruguay. Sejauh ini, FIFA telah menetapkan Piala Dunia 2030 akan digelar di enam negara lintas tiga benua, yakni Spanyol, Portugal, Maroko, Paraguay, Uruguay, dan Argentina.

Meskipun mendapat dorongan dari Amerika Selatan, Infantino tetap menghadapi kritik tajam terkait agenda internasional dan konflik kepentingan pribadi. Penentuan masa depan kepemimpinannya akan bergantung pada pemungutan suara oleh delegasi dari 211 negara anggota dalam kongres mendatang di Rwanda.

"The Iranian team is coming for sure, yes," ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Pernyataan tersebut disampaikan Infantino dalam forum Invest in America milik CNBC untuk merespons ketidakpastian partisipasi Iran akibat ketegangan geopolitik. Hingga saat ini, belum ada kandidat resmi lain yang muncul untuk menantang posisi Infantino dalam bursa pemilihan tahun 2027.