Insiden tersebut memicu gelombang kecaman luas dari berbagai kalangan, khususnya komunitas gereja dan tokoh agama yang menilai tindakan itu sebagai bentuk penodaan terhadap simbol keagamaan.
Tekanan pun menguat agar otoritas Israel bertindak cepat dan transparan.
Dalam pernyataan resminya, Netanyahu menegaskan bahwa militer akan melakukan penyelidikan menyeluruh dan meminta pertanggungjawaban pihak yang terlibat.
“Suatu tindakan individu yang tidak dapat diterima dan tidak mencerminkan nilai-nilai atau kebijakan tentara Israel," ujarnya, seperti dikutip dari Voice of Emirates, Senin, 20 April 2026.
Netanyahu juga menekankan komitmen negaranya terhadap penghormatan lintas agama.
Sejalan dengan itu, militer Israel mengumumkan telah membuka investigasi cepat. Tentara yang diduga terlibat telah diidentifikasi dan akan diproses berdasarkan hukum militer.
Otoritas militer juga mengingatkan bahwa setiap prajurit memiliki kewajiban untuk menjaga dan menghormati situs keagamaan serta budaya di wilayah operasi.
Sementara itu, otoritas resmi dan pemuka agama di Lebanon melontarkan kecaman keras.
Mereka menyebut insiden tersebut sebagai serangan terang-terangan terhadap situs-situs suci Kristen dan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan agama, serta mendesak adanya langkah nyata untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·