Newcastle United dilaporkan aktif berupaya menjual penyerang Yoane Wissa pada bursa transfer musim panas mendatang menyusul performa yang mengecewakan di St James' Park. Keputusan ini diambil manajemen klub asal Tyneside tersebut pada Selasa, 28 April 2026, setelah sang pemain gagal memenuhi ekspektasi investasi besar klub.
Proses transfer Wissa dari Brentford sebelumnya diselesaikan secara tergesa-gesa pada detik-detik terakhir jendela transfer tahun lalu. Langkah tersebut dilakukan Newcastle setelah mereka sepakat melepas Alexander Isak ke Liverpool namun gagal mengamankan beberapa target buruan utama lainnya.
Berdasarkan laporan The Athletic, nilai pasar pemain berusia 29 tahun itu kini anjlok drastis sehingga memaksa The Magpies menerima kerugian finansial yang signifikan. Selain penurunan nilai jual, Newcastle juga terikat kewajiban membayar klausul penjualan sebesar 25 persen kepada Brentford dari total biaya transfer yang diterima nantinya.
Masalah kebugaran menjadi faktor utama terhambatnya adaptasi Wissa di skuat asuhan Eddie Howe tersebut. Penyerang internasional Republik Demokratik Kongo ini mengalami cedera lutut parah hanya beberapa hari setelah bergabung, yang membuatnya harus menepi dari lapangan hijau selama empat bulan.
Statistik mencatat penurunan ketajaman yang mencolok dibandingkan saat ia masih membela Brentford dengan torehan 19 gol. Selama berseragam Newcastle, Wissa tercatat hanya mampu mengoleksi satu gol di kompetisi Premier League dan baru satu kali dipercaya turun sebagai starter dalam 16 pertandingan terakhir.
Rencana penjualan Wissa menjadi bagian dari perombakan skuat secara besar-besaran yang tengah dipersiapkan manajemen klub. Selain sang striker, sejumlah pemain pilar seperti Anthony Gordon, Sandro Tonali, hingga Tino Livramento disebut-sebut berpotensi meninggalkan klub dalam waktu dekat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·