Kehangatan di dalam tim menjadi kekuatan tersendiri bagi skuad bulutangkis Indonesia jelang Piala Thomas & Uber 2026. Dukungan para pemain senior membuat dua debutan tunggal putri, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Thalita Ramadhani Wiryawan semakin percaya diri. Mereka merasa terbantu oleh para senior.
”Pasti kakak-kakak saya ngasih support penuh buat saya. Apapun itu saya terus didukung. Kami juga terus membaur, menyatu komunikasi dan chemistry-nya, dan tidak ada gap,” ujar Thalita.
Pemain berusia 18 tahun itu juga antusias menjalani pengalaman pertamanya bersama tim utama Indonesia. Dia memilih menikmati proses tanpa terbebani status pemain termuda. ”Saya di sini menjadi anggota termuda dan rasanya excited. Tidak mau dijadikan beban dan mau mencoba enjoy,” lanjutnya.
Dhinda merasakan hal yang sama. Menurut dia, komunikasi antarpemain berlangsung cair sehingga suasana tim semakin solid. ”Setiap hari kami selalu ada sharing dan ngobrol. Kakak-kakak di sini berusaha bikin tim nyaman dan terbuka satu sama lain,” kata Dhinda.
Selain dukungan senior, keduanya juga termotivasi oleh kiprah tim Indonesia yang menembus final Piala Uber 2024. Momen itu menjadi pemacu semangat untuk menyumbang poin jika mendapat kesempatan tampil.
”Jadi dua tahun lalu, saya nonton di TV dan itu keren banget sih perjuangannya. Saya juga ingin merasakan momen seperti itu. Jadi mau menyumbang poin untuk Indonesia bila diturunkan dan membawa tim Uber Indonesia melangkah sejauh mungkin,” pungkas Dhinda.(jpc)
Kehangatan di dalam tim menjadi kekuatan tersendiri bagi skuad bulutangkis Indonesia jelang Piala Thomas & Uber 2026. Dukungan para pemain senior membuat dua debutan tunggal putri, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Thalita Ramadhani Wiryawan semakin percaya diri. Mereka merasa terbantu oleh para senior.
”Pasti kakak-kakak saya ngasih support penuh buat saya. Apapun itu saya terus didukung. Kami juga terus membaur, menyatu komunikasi dan chemistry-nya, dan tidak ada gap,” ujar Thalita.
Pemain berusia 18 tahun itu juga antusias menjalani pengalaman pertamanya bersama tim utama Indonesia. Dia memilih menikmati proses tanpa terbebani status pemain termuda. ”Saya di sini menjadi anggota termuda dan rasanya excited. Tidak mau dijadikan beban dan mau mencoba enjoy,” lanjutnya.

Dhinda merasakan hal yang sama. Menurut dia, komunikasi antarpemain berlangsung cair sehingga suasana tim semakin solid. ”Setiap hari kami selalu ada sharing dan ngobrol. Kakak-kakak di sini berusaha bikin tim nyaman dan terbuka satu sama lain,” kata Dhinda.
Selain dukungan senior, keduanya juga termotivasi oleh kiprah tim Indonesia yang menembus final Piala Uber 2024. Momen itu menjadi pemacu semangat untuk menyumbang poin jika mendapat kesempatan tampil.
”Jadi dua tahun lalu, saya nonton di TV dan itu keren banget sih perjuangannya. Saya juga ingin merasakan momen seperti itu. Jadi mau menyumbang poin untuk Indonesia bila diturunkan dan membawa tim Uber Indonesia melangkah sejauh mungkin,” pungkas Dhinda.(jpc)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·