"Nobody Loves Kay" lebih dari film tentang pro player Mobile Legends

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Sutradara Bernardus Raka menjanjikan film "Nobody Loves Kay" sebagai drama inspiratif yang lebih dari sekadar cerita biografi pemain profesional (pro player) Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dari tim ONIC, Kairi.

Karya debut film panjangnya ini berawal dari film pendek berjudul "The Dream Chaser" (Pengejar Mimpi) pada 2024, namun Raka menyajikan kedalaman nuansa (tone) yang berbeda pada versi layar lebar.

"Alasan perubahan judul tersebut akan terjawab saat menonton filmnya nanti. Secara garis besar yang bisa aku jelaskan di sini adalah ketika kamu mengejar sesuatu dengan sangat kuat, kamu tentu akan bergesekan dengan orang di sekitar kamu, dan itu konsekuensinya, nah, 'somehow' judul ini merepresentasikan itu," kata Raka saat ditemui seusai konferensi pers peluncuran poster dan cuplikan (trailer) "Nobody Loves Kay" di Jakarta, Senin.

Narasi film ini menyentuh sisi emosional personal (personal things) tentang upaya seorang pemuda membuktikan jati diri di tengah tekanan besar.

Baca juga: Sung Kang ajak penggemar nobar trailer "Drifter", siap tayang 2026

Pemeran tokoh utamanya, Bima Azriel, mengatakan bahwa film ini tidak hanya terbatas untuk komunitas pemain gim (gamers), tetapi juga dapat dinikmati oleh khalayak luas karena mengangkat nilai universal tentang keluarga dan persahabatan.

"Aku rasa film ini menyajikan banyak perspektif bagi penontonnya, seperti memahami kalau harapan orang tua tuh sebenarnya memang baik. Namun, film ini juga memberikan perspektif bahwa anak sebaiknya tidak terlalu dikekang agar mampu memunculkan potensi aslinya di bidang yang mereka sukai," kata Bima.

Pemeran karakter Ido, Rey Bong, menambahkan film ini menunjukkan kalau mimpi menjadi "pro player MLBB" bukan diraih dengan bermain gim berlebihan sampai lupa waktu, namun harus melewati tahapan yang benar untuk bisa mencapai prestasi itu.

"Melihat generasi sekarang yang marak sekali dengan game-game yang dimainkan, balik lagi tujuannya tuh apa dulu, gitu. Kalau memang dia mau jadi atlet esport, ya ada tahapannya, ada aturannya juga, semuanya, bukan hanya kecanduan main game sampai pagi gitu," kata Rey.

Film "Nobody Loves Kay" tidak hanya menjadi perayaan atas "kenekatan" anak muda dalam memperjuangkan mimpi yang sering dianggap tidak mungkin.

Di bawah arahan sutradara Bernardus Raka, film drama coming-of-age ini memotret realitas tajam tentang harga sebuah pilihan, dan bagaimana rasanya berdiri tegak di tengah keraguan banyak orang.

Cuplikan (trailer) yang baru saja dirilis menyisakan satu pertanyaan besar: "Saat semua orang berbalik membelakanginya dan dunia tidak lagi mendukungnya, jalan manakah yang akan dipilih oleh Kay?"

Apakah ia tetap bertahan di arena demi membuktikan diri pada mereka yang selama ini menyepelekannya, ataukah ia justru kehilangan dirinya sendiri demi kemenangan yang kesepian?

Jawaban atas pertaruhan hidup Kay tersebut hanya akan terungkap saat "Nobody Loves Kay" tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.

Baca juga: Film "Tanah Runtuh" rilis trailer anyar, siap tayang 25 Juni 2026

Baca juga: Sitha dan Omar cerita dalami emosi film "Keluarga Suami adalah Hama

Baca juga: Reza Rahadian angkat kisah anak tunanetra lewat film pendek "Annisa"

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.