Ahli forensik ungkap tanda kekerasan di seluruh tubuh kacab bank

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Ahli Forensik dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Astri Astri Megaratri Pralepda mengungkapkan adanya tanda kekerasan hampir di seluruh tubuh seorang kepala cabang (kacab) bank di Jakarta berinisial MIP (37).

"Ditemukan tanda-tanda kekerasan pada hampir seluruh tubuh jenazah MIP," kata Astri dalam sidang pemeriksaan saksi tambahan kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap seorang kepala cabang (kacab) bank di Jakarta berinisial MIP (37) di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Senin.

Dalam persidangan, Astri menjelaskan dirinya melakukan langsung pemeriksaan luar dan autopsi terhadap jenazah MIP pada 21 Agustus 2025 di Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Baca juga: Uang Rp200 juta jadi motif penculikan dan pembunuhan kacab bank

Baca juga: Usai diculik, Terdakwa satu buang kacab bank dalam posisi telungkup

Pemeriksaan dilakukan berdasarkan surat permintaan visum dari penyidik Polres Metro Jakarta Timur.

Astri mengatakan, dari hasil pemeriksaan ditemukan banyak luka luar maupun luka dalam pada tubuh korban. Luka tersebut meliputi luka di leher, kepala, dada, hingga patah tulang iga dan memar paru.

Menurut dia, kematian korban dipastikan merupakan kematian tidak wajar karena terdapat banyak tanda kekerasan yang terjadi sebelum korban meninggal dunia.

Selain itu, Astri menerangkan, penyebab utama kematian korban adalah kekerasan tumpul pada bagian leher yang menekan pembuluh darah besar dan saluran napas sehingga menimbulkan mati lemas atau hipoksia akibat kekurangan oksigen ke otak.

Dia menjelaskan pada bagian leher ditemukan resapan darah yang sangat luas hingga ke bagian dalam otot leher. Temuan tersebut dinilai tidak mungkin disebabkan penyakit.

"Yang menyebabkan mati pada orang ini adalah lehernya, bukan di dada," ujar Astri.

Baca juga: Ada janji bonus Rp5 miliar di balik kasus kacab bank di Jakarta

Baca juga: Hakim dalami perubahan skenario hingga tewaskan kacab bank di Jakarta

Selain itu, ditemukan pula luka lecet berbentuk lengkungan menyerupai bekas kuku di area leher korban yang menurut ahli cocok dengan cekikan.

Meski demikian, Astri menyebut dirinya tidak dapat memastikan alat atau cara pasti yang digunakan karena beberapa jenis benda bisa menghasilkan pola luka serupa.

Dalam sidang juga diungkap adanya luka di bagian wajah dan pipi yang diduga menyerupai bekas lakban atau perekat. Luka tersebut berada pada garis yang jika diteruskan dapat menutup area mulut dan hidung korban.

Menurut Astri, kondisi tersebut berpotensi mempercepat kematian korban apabila dilakukan bersamaan dengan penekanan di bagian leher.

Selain luka di leher, dokter forensik itu juga menemukan kekerasan di bagian kepala dan dada. Pada bagian kepala ditemukan resapan darah di beberapa titik, sedangkan di dada terdapat patah tulang iga dan memar paru akibat benturan benda tumpul.

"Luka-luka di kepala dan dada mempercepat kematian korban," ucap Astri.

Dalam keterangannya, Astri juga memastikan tidak ditemukan penyakit bawaan maupun luka akibat benda tajam pada tubuh korban. Seluruh luka disebut berasal dari kekerasan tumpul.

Adapun para terdakwa dalam kasus ini yakni Serka MN (terdakwa 1), Kopda FH (terdakwa 2), dan Serka FY (terdakwa 3) didakwa terlibat dalam rangkaian penculikan disertai pembunuhan MIP.

Sebelumnya, seorang kepala kantor cabang (kacab) Pembantu sebuah bank di Jakarta berinisial MIP diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan di salah satu pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur, pada 20 Agustus 2025.

Jenazah ditemukan di Kampung Karangsambung, RT 8/RW 4, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sekitar pukul 05.30 WIB, pada 21 Agustus 2025.

Seorang warga di area persawahan itu pertama kali menemukan jenazah dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Sedangkan mata terlilit lakban.

Jenazah langsung dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi sebagai rangkaian dari penyelidikan.

Baca juga: Oditur siapkan tiga saksi baru ungkap fakta kematian kacab bank

Baca juga: Usai diculik, Terdakwa satu buang kacab bank dalam posisi telungkup

Baca juga: Terdakwa satu akui tendang korban di mobil saat penculikan kacab bank

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.