OJK Catat IHSG Terkoreksi 1,3 Persen secara Bulanan hingga April 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

Kinerja pasar saham Indonesia masih berada dalam tekanan sepanjang 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi dalam seiring tingginya ketidakpastian global.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan pergerakan pasar saham domestik masih fluktuatif di tengah volatilitas global.

“Pasar saham domestik pada April 2026 masih terlihat bergerak dinamis sejalan dengan tingginya ketidakpastian global dan berlanjutnya volatilitas pasar keuangan secara global,” ucap Hasan saat konferensi pers RDKB April 2026 secara daring, Selasa (5/5).

Hasan menjelaskan, IHSG ditutup pada level 6.956,80 pada akhir April 2026 atau terkoreksi sebanyak 1,3 persen secara month-to-month (mtm) atau terkoreksi sebanyak 19,55 persen secara year-to-date (ytd).

“IHSG tercatat ditutup pada level 6.956,80 per akhir April 2026 atau terkoreksi sebanyak 1,3 persen secara month to month atau telah terkoreksi sebanyak 19,55 persen secara year-to-date,” katanya.

Meski mengalami tekanan, OJK melihat kondisi pasar masih menunjukkan ketahanan, terutama dari sisi likuiditas.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Rata-rata spread atau rentang antara bid dan ask permintaan dan juga penjualan di pasar saham domestik pada April tetap berada pada level yang rendah yaitu sebesar 1,33 kali.

“Ini menunjukkan bahwa likuiditas pasar tetap terjaga dengan baik,” sebut Hasan.

Selain itu, jumlah investor di pasar modal dalam negeri juga terus melanjutkan tren peningkatan dengan kembali mendapat penambahan sebanyak 1,74 juta investor baru mtm pada bulan April 2026.

“Sehingga secara total jumlah investor kita telah mencapai angka 26,49 juta atau telah tumbuh sebesar 30,06 persen year to date,” jelas dia.

Di sisi lain, industri pengelolaan investasi tetap mencatatkan kinerja positif. Nilai aktiva bersih (NAB) reksadana mencapai Rp 711,89 triliun pada April 2026.

instagram embed