Omara Esteghlal dan Agnes soroti konflik keluarga di 'Original Wound'

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Aktor Omara Esteghlal dan aktris Agnes Naomi mengangkat dinamika keluarga yang diliputi duka dalam film pendek “Original Wound”.

Omara saat konferensi pers Next Step Studio Indonesia di Institut Français Indonesia (IFI) Thamrin, Jakarta, Selasa, menjelaskan film tersebut berfokus pada hubungan antara seorang ibu dan dua anak dengan karakter yang berbeda.

Menurutnya, konflik utama dalam cerita terletak pada relasi kakak dan adik yang terjebak dalam satu ruang, namun memiliki keinginan yang berbeda.

“Ini tentang keluarga dengan ibu, kakak perempuan, dan adik laki-laki yang dipaksa tinggal bersama, tapi mungkin secara batin tidak ingin bersama,” kata Omara.

Film “Original Wound” merupakan salah satu dari empat film pendek yang akan tayang perdana dalam program La Semaine de la Critique pada Festival Film Cannes 2026. Film ini disutradarai oleh Shelby Kho bersama sineas Myanmar Sein Lyan Tun.

Baca juga: Happy Salma soroti kekuatan perempuan dalam 'Mothers Are Mothering'

Aktris Agnes Naomi yang memerankan tokoh kakak menilai film tersebut menggambarkan bagaimana setiap anggota keluarga dapat memiliki pengalaman dan cara pandang yang berbeda, meskipun berada dalam lingkungan yang sama.

“Walaupun kami kakak-adik dan punya orang tua yang sama, belum tentu kami punya realitas yang sama dalam melihat sesuatu,” kata Agnes.

Ia menambahkan, cerita dalam film ini berangkat dari kondisi keluarga yang tengah menghadapi duka, sehingga memperkuat perbedaan perspektif antarkarakter.

Menurut Omara, konflik tersebut ditampilkan dalam durasi singkat film, yang menyoroti perjuangan emosional antara kakak dan adik dalam menghadapi situasi keluarga.

“Yang terlihat dalam film ini adalah perjuangan antara kakak dan adik yang ingin melepaskan diri dari ‘rumah’ yang terasa seperti penjara,” ujarnya.

Film “Original Wound” menjadi bagian dari program Next Step Studio Indonesia yang mempertemukan sineas Indonesia dengan pembuat film Asia Tenggara untuk menghasilkan karya kolaboratif yang akan ditampilkan di panggung internasional.

Selain “Original Wound”, film lain dalam program ini adalah “Holy Crowd”, “Annisa”, dan “Mothers Are Mothering”, yang dijadwalkan tayang perdana di Cannes.

Baca juga: Lewat film 'Holy Crowd', Prilly Latuconsina soroti isu relasi sosial

Baca juga: Reza Rahadian angkat kisah anak tunanetra lewat film pendek "Annisa"

Baca juga: PH asal Korea akan bawa film horor Indonesia ke festival film Cannes

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.