ARTICLE AD BOX
Perusahaan kecerdasan buatan (AI) OpenAI pada Minggu (12/4/2026) meluncurkan opsi paket langganan ChatGPT Pro yang lebih terjangkau. Paket baru ini menawarkan batasan penggunaan lebih tinggi untuk fitur agen AI pembantu pengkodean, Codex, dengan harga lebih murah.
Paket langganan ChatGPT Pro terbaru ini dibanderol seharga 100 dollar AS (sekitar Rp 1,7 juta) per bulan. Angka ini jauh lebih hemat dibandingkan paket ChatGPT Pro sebelumnya yang seharga 200 dollar AS (sekitar Rp 3,4 juta) setiap bulan.
Menurut pengumuman resmi yang diunggah OpenAI melalui media sosial X/Twitter, ChatGPT Pro versi ekonomis ini mendukung fitur Codex hingga lima kali lebih banyak dari paket ChatGPT Plus. Dukungan ini dinilai sangat ideal untuk sesi pemrograman yang panjang dan kompleks.
"Paket Plus tetap menjadi penawaran terbaik untuk penggunaan Codex sehari-hari yang stabil, tetapi opsi Pro 100 dollar AS menawarkan peningkatan yang lebih mudah diakses untuk penggunaan harian yang lebih berat," kata induk ChatGPT, dikutip dari Tekno.
Dengan peluncuran paket ini, total opsi langganan ChatGPT untuk pengguna pribadi kini bertambah menjadi lima pilihan. Varian tersebut meliputi ChatGPT gratis, Go, Plus, serta dua opsi ChatGPT Pro.
Pantauan KompasTekno, paket ChatGPT Pro baru ini telah tersedia di Indonesia dengan harga Rp 1.889.000. Harga tersebut lebih murah dari paket ChatGPT Pro lain yang dibanderol Rp 3,5 juta di Tanah Air.
Selain peningkatan kuota penggunaan Codex dibandingkan versi Plus, paket baru ini juga memberikan akses awal ke fitur-fitur eksperimental yang sedang dikembangkan oleh OpenAI untuk ChatGPT sebelum dirilis ke semua pengguna.
Rincian fitur yang ditawarkan oleh ChatGPT Pro versi murah meliputi kuota penggunaan lima kali lebih banyak dibanding ChatGPT Plus, akses ke model AI teratas OpenAI, akses penuh ke Codex, serta akses awal ke fitur-fitur eksperimental ChatGPT.
Dilansir CNBC, peluncuran paket baru ini merupakan bagian dari upaya OpenAI untuk bersaing dengan Anthropic, perusahaan pesaing utama di bidang AI. Anthropic sebelumnya telah memperkenalkan agen pengkodean Claude Code pada Mei 2025.
Adapun asisten pengkodean berbasis AI semakin populer di kalangan pengembang perangkat lunak. Teknologi ini mampu mengotomatisasi berbagai tugas pemrograman, termasuk proses penulisan kode dan perbaikan bug.
Laporan CNBC sebelumnya juga menyebutkan bahwa pendapatan tahunan terproyeksi dari layanan pengkodean AI telah melampaui 2,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 42,7 triliun) pada Februari 2026. Angka ini menunjukkan kenaikan lebih dari 100 persen sejak awal tahun 2026.
11 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·