Orang Tua Korban Ungkap Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Jogja

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sejumlah orang tua korban membeberkan dugaan praktik penganiayaan terhadap anak-anak di penitipan anak Little Aresha, Yogyakarta, yang dinilai sangat tidak manusiawi. Laporan ini mencuat setelah pihak kepolisian melakukan penggerebekan di lokasi tersebut pada Jumat, 24 Juli.

Kondisi di dalam fasilitas penitipan anak tersebut diibaratkan oleh para orang tua lebih buruk dibandingkan dengan kamp tahanan militer luar negeri. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, terdapat lebih dari 50 anak, mulai dari usia bayi hingga balita, yang dititipkan di tempat tersebut.

Noorman Windarto, salah satu orang tua korban, mengungkapkan penyesalannya karena awalnya memercayai fasilitas tersebut tanpa melakukan pengecekan mendalam terhadap jumlah anak yang ditampung.

"Kita ya percaya saja kalau tempatnya luas dan yang bikin konyol kami itu kita nggak nanyakan di sana tuh sebenarnya sudah ada berapa anak," terang Noorman.

Penumpukan puluhan anak di bawah umur tersebut baru diketahui oleh para orang tua setelah kasus ini mencuat ke publik. Noorman menilai jumlah anak yang terlalu banyak menciptakan situasi yang tidak layak bagi perawatan balita.

"Ternyata begitu pas tahu di sana ada 50 lebih ya, anak yang usia bayi sampai balita tuh, wah luar biasa ternyata nggak manusiawi, kalau sama Kamp Guantanamo katanya lebih sadis kamp ini," sambung Noorman.

Pihak orang tua juga telah melihat rekaman video saat proses penggerebekan berlangsung di lokasi kejadian. Noorman menyatakan dirinya tidak sanggup menyaksikan seluruh tayangan video tersebut karena tindakan para pengasuh terhadap anak-anak yang dinilai sangat kejam.