Pada tanggal 8 April 2026, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, mengumumkan bahwa sistem Online Single Submission (OSS) yang diinisiasi kementeriannya telah menerbitkan sebanyak 15,8 juta Nomor Induk Berusaha (NIB). Pernyataan ini disampaikan pada pukul 14:40 waktu setempat, berdasarkan laporan yang dilansir dari Bloomberg Technoz.
Percepatan penerbitan NIB terjadi dalam lima bulan terakhir setelah diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Rosan menyampaikan bahwa lonjakan penerbitan NIB mencapai 1,8 juta hanya dalam kurun waktu lima bulan, sejak Oktober 2025 hingga 8 April 2026.
Kenaikan ini, menurut Rosan, disebabkan oleh program yang tercantum dalam PP 28/2025. Program tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Investasi, Hilirisasi/BKPM dengan 18 kementerian terkait. Contohnya, terkait kesepakatan tingkat layanan.
Rosan menjelaskan, “Misalnya izin masuk kami kemudian kami memberikan kementerian A itu jangka waktunya 20 hari mereka tidak kembali dalam 2 bulan. Nah, sekarang apabila mereka sudah setuju dengan kami 20 hari, 20 hari mereka tidak merespon ke kami sama sekali, otomatis izinnya bisa saya keluarkan.”
Dengan adanya aturan ini, Rosan menyebutkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan kurang lebih 258 perizinan. Hal ini juga mendorong kementerian lain untuk merespons sesuai dengan kesepakatan layanan yang telah disepakati.
Meski demikian, Rosan mengakui adanya kendala dalam sistem OSS sebelumnya, yang disebabkan oleh peningkatan sistem terkait PP nomor 28. Integrasi dengan 18 kementerian ini mengakibatkan sistem OSS menjadi lebih berat, memerlukan investasi lebih besar. Rosan menambahkan bahwa anggaran untuk peningkatan sistem tersebut telah disetujui, sehingga OSS dapat berjalan lebih baik, dilansir dari Bloomberg Technoz.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·