Beijing (ANTARA) - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan kesiapan negaranya untuk berkoordinasi dengan China dalam menjalankan peran mediasi pada perundingan damai Amerika Serikat dan Iran.
Hal itu disampaikan Sharif saat bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Senin (25/5) sore, seperti dikutip dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri China di Beijing, Selasa.
"Pakistan mengapresiasi dukungan China terhadap upaya mediasi yang dilakukannya dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dan siap berkoordinasi secara erat dengan China guna memberikan kontribusi bersama demi terciptanya perdamaian dan stabilitas dunia," sebut pernyataan itu.
Pakistan sebelumnya menjadi tuan rumah perundingan damai AS-Iran di Islamabad pada 11-12 April 2026, meski pembicaraan tersebut belum menghasilkan kesepakatan.
Sharif juga menyampaikan apresiasi atas gagasan China terkait penyelesaian konflik Timur Tengah.
"Empat proposisi yang dikemukakan oleh Presiden Xi terkait situasi di Timur Tengah memberikan kerangka panduan bagi terciptanya perdamaian di kawasan tersebut," kata Sharif.
Sementara itu, Xi mengatakan China dan Pakistan selama 75 tahun terakhir terus membangun hubungan yang dilandasi saling pengertian, kepercayaan, dan dukungan.
"Terlepas dari bagaimana pun lanskap internasional berubah, China akan senantiasa memprioritaskan pengembangan hubungan China-Pakistan dalam diplomasi China dengan negara-negara tetangga," ujar Xi.
Ia juga menegaskan dukungan China terhadap Pakistan dalam menjaga kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayahnya.
Menurut Xi, China mengapresiasi peran Pakistan sebagai mediator dalam upaya pemulihan perdamaian di Timur Tengah.
Ia mengatakan kedua negara akan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi untuk menentang unilateralisme dan mentalitas Perang Dingin.
Xi juga menyebut China dan Pakistan perlu mempercepat pembangunan komunitas dengan masa depan bersama yang semakin erat.
Sementara itu, Sharif menyebut Xi sebagai sahabat dekat rakyat Pakistan dan pendukung perdamaian dunia.
"Persahabatan yang kokoh bagaikan baja antara Pakistan dan China telah ditempa secara pribadi oleh generasi pemimpin terdahulu. Persahabatan ini kian hari kian kuat dan tak tertandingi," kata Sharif.
Ia juga menegaskan Pakistan tetap berpegang pada prinsip "Satu China" dan mendukung Beijing dalam isu-isu kepentingan intinya.
Baca juga: Menlu China minta Pakistan tingkatkan upaya mediasi Iran terkait Selat Hormuz
Baca juga: Mediasi China jadi momentum perdamaian di Asia Selatan
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·