Jakarta (ANTARA) - Pakistan menyoroti penjajakan kerja sama dengan Indonesia di sektor kesehatan, investasi, dan ekonomi, seiring upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
“Ketiga sektor ini menjadi fokus penjajakan kerja sama baru,” kata Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Pakistan untuk Indonesia Roshan Lal di Jakarta, Sabtu.
Pernyataan itu disampaikan dalam peringatan “Marka-e-Haq”, hari resmi Pakistan untuk mengenang konflik India-Pakistan 2025.
Ia mengatakan sektor kesehatan menjadi prioritas, termasuk peluang penempatan dokter dan pemberian akses bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar serta mengikuti pelatihan di Pakistan.
Di bidang investasi dan perdagangan, kedua negara berupaya meningkatkan kerja sama dari Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) menjadi Indonesia-Pakistan Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA).
“Investasi juga menjadi bidang penting yang sedang dikembangkan kedua pihak,” ujarnya.
Ia menilai hubungan bilateral berada pada jalur positif setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto.
Ke depan, Pakistan optimistis dapat memanfaatkan peluang kerja sama dan mencapai hasil yang diharapkan.
Dalam kesempatan itu, Roshan Lal juga menyampaikan pesan perdamaian saat peringatan “Marka-e-Haq”.
“Kami ingin menyampaikan pesan positif dan perdamaian,” katanya.
Ia menambahkan Pakistan terus berperan konstruktif dalam mendorong dialog dan diplomasi, termasuk upaya meredakan ketegangan dalam krisis terbaru antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca juga: Latihan militer Pakistan diikuti 19 negara, termasuk Indonesia
Baca juga: Gapki pastikan pasokan minyak sawit Indonesia ke Pakistan stabil
Pewarta: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·