Panen Padi Gogoh, Pemko Palangka Raya Buktikan Pertanian Tetap Bisa Berkembang

Sedang Trending 48 menit yang lalu

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO-Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus berupaya menjawab tantangan sektor pertanian di wilayah dengan kondisi tanah gambut dan tingkat keasaman rendah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memanfaatkan lahan di kawasan perkantoran sebagai area pertanian sekaligus lahan percontohan bagi masyarakat.

Wali Kota Fairid Naparin melalui Wakil Wali Kota Achmad Zaini mengatakan berbagai keterbatasan lahan di Kota Palangka Raya tidak menjadi penghalang untuk mengembangkan sektor pertanian.

Menurutnya, selama ini masih ada anggapan, kondisi tanah di Kota Palangka Raya sulit ditanami komoditas pangan seperti padi, sorgum, maupun cabai karena didominasi lahan gambut dengan tingkat pH tanah yang rendah.

“Kami ingin membuktikan bahwa dengan upaya bersama dan pengelolaan yang tepat, lahan di Kota Palangka Raya tetap bisa dimanfaatkan untuk pertanian, meskipun memang produktivitasnya belum bisa sama seperti di daerah lain,” kata Achmad Zaini, selepas giat panen padi, sorgum, dan penanaman serta pembagian bibit cabai, di Lahan Pertanian DPKP Kota Palangka Raya, Rabu (20/5).

Ia menyampaikan hal tersebut usai melakukan panen padi gogoh bersama unsur Forkopimda di kawasan lahan pertanian kompleks perkantoran pemerintah setempat. Padi gogoh sendiri merupakan jenis padi lahan kering yang hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber pengairan.

Zaini menjelaskan, secara normal hasil panen padi gogoh dapat mencapai sekitar empat ton. Namun kondisi tanah gambut dan rendahnya tingkat keasaman di lokasi tersebut membuat hasil produksi belum maksimal.

“Normalnya panen bisa mencapai sekitar empat ton. Tetapi karena kondisi lahan gambut, pH tanah rendah, dan beberapa faktor lainnya, produktivitas di lahan ini memang belum dapat mencapai hasil maksimal,” ujarnya. (ham/ans/kpg)

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO-Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus berupaya menjawab tantangan sektor pertanian di wilayah dengan kondisi tanah gambut dan tingkat keasaman rendah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memanfaatkan lahan di kawasan perkantoran sebagai area pertanian sekaligus lahan percontohan bagi masyarakat.

Wali Kota Fairid Naparin melalui Wakil Wali Kota Achmad Zaini mengatakan berbagai keterbatasan lahan di Kota Palangka Raya tidak menjadi penghalang untuk mengembangkan sektor pertanian.

Menurutnya, selama ini masih ada anggapan, kondisi tanah di Kota Palangka Raya sulit ditanami komoditas pangan seperti padi, sorgum, maupun cabai karena didominasi lahan gambut dengan tingkat pH tanah yang rendah.

Electronic money exchangers listing

“Kami ingin membuktikan bahwa dengan upaya bersama dan pengelolaan yang tepat, lahan di Kota Palangka Raya tetap bisa dimanfaatkan untuk pertanian, meskipun memang produktivitasnya belum bisa sama seperti di daerah lain,” kata Achmad Zaini, selepas giat panen padi, sorgum, dan penanaman serta pembagian bibit cabai, di Lahan Pertanian DPKP Kota Palangka Raya, Rabu (20/5).

Ia menyampaikan hal tersebut usai melakukan panen padi gogoh bersama unsur Forkopimda di kawasan lahan pertanian kompleks perkantoran pemerintah setempat. Padi gogoh sendiri merupakan jenis padi lahan kering yang hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber pengairan.

Zaini menjelaskan, secara normal hasil panen padi gogoh dapat mencapai sekitar empat ton. Namun kondisi tanah gambut dan rendahnya tingkat keasaman di lokasi tersebut membuat hasil produksi belum maksimal.

“Normalnya panen bisa mencapai sekitar empat ton. Tetapi karena kondisi lahan gambut, pH tanah rendah, dan beberapa faktor lainnya, produktivitas di lahan ini memang belum dapat mencapai hasil maksimal,” ujarnya. (ham/ans/kpg)