Pansus RTRW Tangsel: Ada Alih Fungsi DAS di Bintaro dan BSD

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PANITIA Khusus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan turun ke lapangan untuk menindaklanjuti pembahasan raperda tersebut. Hasilnya, mereka mendapati nyata besarnya masalah lingkungan Kota Tangsel

Tim Pansus mengunjungi lima titik lokasi. Di antaranya adalah kawasan Perumahan Serpong Lagoon dan Bintaro XChange terkait adanya penyempitan dan hilangnya aliran sungai yang berkaitan pada upaya pengendalian banjir. Pansus juga menemukan bukti kawasan tak sesuai zonasi pada Perda RTRW saat berada di kawasan pergudangan Taman Tekno Widya dan Tekno X, Bumi Serpong Damai (BSD). 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Kami berangkat dari jam 9 pagi dan di titik terakhir kami bicara arus sungai dan pengendalian banjir," kata Ketua Pansus Raperda RTRW Tangerang Selatan, Ahmad Syawqi, pada Selasa, 21 April 2026.

Syawqi menjelaskan, kegiatan ini juga dilakukan untuk memastikan titik zonasi perkantoran di kawasan Tekno X yang malah digunakan sebagai kawasan pergudangan atau industri. Selain itu, dirinya juga meninjau aliran kali atau sungai yang berfungsi semestinya sehingga tak memicu bencana seperti banjir.

Tim Pansus Raperda RTRW Tangerang Selatan menemukan alih fungsi daerah aliran sungai ketika meninjau lapangan ke kawasan Bintaro dan BSD, 21 April 2026. Tempo/Muhammad Iqbal

"Kami mau tetap jaga fungsi-fungsi air terutama resapan dan zona hijau agar tetap ada, karena kami tahu Kota Tangsel terus tumbuh tapi kita tidak bisa mengesampingkan masalah-masalah yang ada dampak lingkungannya," kata Syawqi. 

Dia mengungkap temuan di Bintaro, Pondok Aren. Di lokasi ini terdapat perubahan aliran air, dari yang tadinya lurus menjadi belok, karena lahan aliran kali tersebut beralih fungsi menjadi bangunan pusat perbelanjaan Bintaro XChange. "Kami akan panggil pengembang dan coba dalami kajiannya (mereka) seperti apa."

Aliran kali yang sama juga disebutkannya kini harus melintasi area stasiun kereta api tetapi alirannya terlihat tak bergerak. "Kami tadi juga didampingi Kepala Bidang SDA (Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi), tapi dia juga enggak tahu menahu," kata Syawqi lagi. 

Usai peninjauan tersebut, Syawqi memastikan pihaknya akan memanggil manajemen Jaya Real Property selaku pengembang kawasan tersebut. Dia mengungkap jadwal rapat dengan pengembang, pemerintah kota termasuk Dinas SDA pada hari ini. 

Syawqi menegaskan pengembalian aliran kali harus dilakukan karena berkaitan dengan upaya mengendalikan banjir di wilayah Pondok Aren. Menurutnya, dampak banjir di wilayah itu sangat besar. "Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang selain memastikan tidak ada sedimentasi di Kota Tangsel," kata dia. 

Untuk diketahui, banjir kerap melanda sejumlah kawasan permukiman di Pondok Aren diantaranya Perumahan Pondok Maharta di Kelurahan Pondok Kacang Timur yang juga menjadi perhatian Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Ia pernah mendesak Pemkot Tangsel dapat segera menemukan solusi dalam menangani permasalahan banjir tersebut.