Penyerang pengganti Elphege memastikan kemenangan tipis Parma 1-0 atas Udinese dalam laga lanjutan Serie A di Stadion Bluenergy pada Sabtu, 18 April 2026. Hasil ini membawa skuat asuhan Cuesta meraih poin penuh sekaligus mengamankan posisi mereka di klasemen kompetisi kasta tertinggi Italia tersebut.
Kemenangan di markas Udinese ini menjadi pencapaian pertama Parma di Friuli sejak September 2019. Keberhasilan tersebut didukung oleh performa solid barisan pertahanan yang mampu meredam serangan tuan rumah selama lebih dari 75 menit pertandingan berlangsung.
Zion Suzuki menjadi pahlawan di bawah mistar gawang Parma setelah melakukan penyelamatan penting di detik-detik akhir pertandingan. Meski sempat melakukan beberapa rintangan tidak akurat pada babak pertama, Suzuki tampil sigap dalam menghalau peluang emas Udinese.
"Promossi" ujar laporan SportParma, merujuk pada penilaian positif bagi seluruh pemain yang tampil karena kontribusi besar mereka dalam mengamankan kemenangan krusial tersebut.
Di lini belakang, Alessandro Circati hampir mencetak gol melalui sundulan pada awal babak pertama, yang menjadi satu-satunya peluang nyata tim tamu sebelum jeda. Sementara itu, Ndiaye memberikan performa meyakinkan dalam penampilan kedelapannya di Serie A setelah absen selama 161 hari.
Keputusan pelatih Cuesta untuk memasukkan Elphege menggantikan Pellegrino di awal babak kedua terbukti menjadi kunci kemenangan. Elphege hanya membutuhkan waktu singkat untuk mencetak gol perdananya di kasta tertinggi liga Italia melalui skema serangan yang memanfaatkan assist dari Strefezza.
"Strefezza dipendenza calcio" tulis catatan SportParma mengenai visi bermain sang gelandang yang memberikan umpan vertikal matang untuk proses terjadinya gol tunggal tersebut.
Statistik mencatat Parma tampil disiplin dengan skema 5-3-2 yang berhasil mengunci pergerakan pemain kunci Udinese seperti Nicolo Zaniolo. Kemenangan ini merupakan kemenangan kesembilan Parma musim ini, dengan catatan menarik yakni enam di antaranya diraih dalam laga tandang.
Laga ini juga menandai kembalinya performa impresif beberapa pemain seperti Keita yang memenangkan duel lini tengah, serta kedisiplinan Valeri dalam meredam serangan sayap lawan. Tambahan tiga poin ini secara matematis semakin mendekatkan Parma pada target zona aman degradasi musim 2025/2026.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·