Paus Fransiskus mengutarakan niatnya untuk terus mengkritik perang AS-Israel terhadap Iran, pada Senin (13/4/2026), memicu polemik baru dengan mantan Presiden AS Donald Trump. Paus menekankan perlunya perdamaian dan dialog, sementara Trump membalas dengan kecaman terhadap pemimpin Gereja Katolik tersebut.
Komentar Paus Fransiskus, yang disampaikan saat akan memulai tur di Afrika, disebut dapat meningkatkan ketegangan antara dirinya dengan Trump. Menurut laporan Reuters, Paus mengatakan akan terus menyuarakan penentangan terhadap perang demi mendorong perdamaian dan hubungan multilateral antarnegara.
Sebagai respons, Trump menyerang Paus melalui platform Truth Social. Trump menyatakan tidak menginginkan seorang Paus yang menganggap Iran memiliki senjata nuklir, serta mengkritik tindakan Amerika Serikat dan Venezuela.
Perseteruan ini terjadi di tengah momen politik yang sensitif bagi Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Meloni belum banyak berkomentar terkait polemik ini, namun anggota senior pemerintahan Italia, Matteo Salvini, memberikan tanggapan cepat. Salvini menyebut bahwa menyerang Paus, yang dianggap sebagai simbol perdamaian, adalah tindakan yang tidak berguna dan cerdas.
Perselisihan antara Paus dan Trump bermula pada Jumat, ketika Paus menulis di X: "Tuhan tidak memberkati konflik apa pun." Ia menambahkan bahwa murid Kristus tidak akan pernah berada di pihak mereka yang mengangkat pedang dan menjatuhkan bom. Menurutnya, tindakan militer tidak akan menciptakan ruang bagi kebebasan atau perdamaian.
Paus Fransiskus menggarisbawahi bahwa komentarnya mengenai perang bukanlah upaya menjadi figur politik. Ia menegaskan pesan Injil yang berfokus pada perdamaian dan menolak anggapan bahwa Gereja Katolik terkait dengan kepentingan politik tertentu.
Kunjungan Paus Fransiskus ke Afrika, yang akan meliputi Angola, Guinea Ekuatorial, dan Kamerun, juga disorot. Perjalanan ini dinilai sebagai upaya pendekatan di tengah konflik yang tengah melanda Timur Tengah. Meloni menyampaikan harapannya agar kunjungan Paus dapat membantu penyelesaian konflik dan kembalinya perdamaian.
Dikutip dari Bloomberg, pertentangan antara Trump dan Gereja Katolik bukanlah hal baru. Keduanya telah beberapa kali berselisih sejak Trump kembali menjabat pada 2025.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·