Bertemu buaya di alam liar bisa menjadi pengalaman yang menegangkan, apalagi di wilayah rawa, sungai, atau perairan tropis yang memang menjadi habitat reptil predator tersebut. Namun, menurut pawang di Taman Buaya Indonesia Jaya, Nurdin, kepanikan justru bisa memicu serangan buaya.
Pria yang akrab disapa Udin itu membagikan sejumlah tips penting, agar masyarakat bisa menghindari serangan buaya saat berada di alam liar.
“Kalau ketemu buaya di alam liar yang bisa kita lakukan kabur dan jangan panik. Yang kedua jangan bikin kaget buaya,” ujar Nurdin, saat ditemui kumparan di Taman Buaya Indonesia di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/5).
Menurutnya, buaya merupakan hewan dengan refleks yang sangat cepat. Ketika merasa terganggu atau terkejut, reptil tersebut bisa langsung menyerang tanpa banyak peringatan.
“Kalau buaya bikin kaget, kesentuh apa pun pasti refleks. Nerkam, ngejar dia,” ungkap Nurdin.
Ia menjelaskan, di habitat alami buaya biasanya lebih agresif dibanding di penangkaran, karena harus berburu makan sendiri.
“Di alam liar, kan,par cari makan sendiri dia,” lanjutnya.
Jangan Dekati Air Secara Sembarangan
Nurdin juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati saat berada di tepian sungai atau rawa, terutama di daerah yang diketahui menjadi habitat buaya. Menurutnya, buaya di air sangat sulit dilawan manusia.
“Kalau di darat kita masih bisa lari, kalau di air itu kita sudah kalah pasti,” ujarnya.
Ia menyebut buaya memiliki insting berburu berdasarkan getaran dan sentuhan di air. Bahkan benturan benda, seperti kayu pun bisa memicu respons serangan.
“Buaya kalau di air bersentuhan dengan batang kayu dia kaget, refleks dia nyari,” kata Nurdin.
Pernah Digigit Buaya
Meski berpengalaman, Nurdin mengaku pernah menjadi korban gigitan buaya saat membersihkan kolam.
“Waktu kita nguras, sebagian ada yang enggak naik, keinjek dan dia refleks gigit,” ungkap Nurdin.
Namun ia mengaku mendapat pelajaran khusus dari orang tuanya yang juga pawang buaya.
“Kalau digigit buaya jangan dipukul. Colok matanya, akhirnya terbuka dia,” tambahnya.
Taman Buaya Indonesia Jaya sendiri memiliki sekitar 500 ekor buaya dari berbagai jenis, mulai dari buaya Sumatera, Kalimantan, hingga Irian.
Salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung adalah buaya putih albino dan buaya buntung yang sudah berusia puluhan tahun.
Menurut Nurdin, buaya Irian menjadi jenis yang paling sulit ditangani, karena sifatnya agresif.
“Kalau Kalimantan dia kurang suka kena panas. Kalau Irian itu agresif. Kalau Sumatera berkelompok,” pungkasnya.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·