PB Akuatik Indonesia Hentikan Sementara Pelatnas Renang Asian Games

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) memutuskan untuk menghentikan sementara Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) renang untuk Asian Games 2026 mulai Selasa (28/4/2026). Langkah ini diambil lantaran adanya keterbatasan anggaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Sebanyak 12 perenang yang telah menjalani latihan sejak Maret 2026 kini dipulangkan ke klub masing-masing. Keputusan tersebut memicu kesedihan bagi para atlet, salah satunya dirasakan oleh atlet renang putri nasional, Flairene Candrea, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Wakil Ketua Umum I bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science PB AI, Wisnu Wardhana, mengonfirmasi bahwa pengembalian atlet ke daerah asal merupakan dampak langsung dari kendala pendanaan. Pihak federasi saat ini sedang berupaya mencari jalan keluar agar pembinaan atlet tetap terjaga.

"Kami masih mengajukan proposal agar Pelatnas tetap berlanjut. Ini masih diproses namun dari PB Akuatik Indonesia akan berusaha untuk tetap mempertahankan Pelatnas sini agar tetap berprestasi Asian Games," kata Wisnu, saat ditemui di sela-sela Kejurnas PB AI di Stadion Akuatik GBK, Selasa (28/4/2026).

Wisnu menjelaskan bahwa manajemen internal sedang melakukan koordinasi intensif untuk merespons kondisi keuangan negara saat ini. Efisiensi anggaran pemerintah disebut menjadi faktor utama yang memengaruhi kelangsungan program latihan jangka panjang tersebut.

"Kami masih ada rapat internal bagaimana menyikapi tentang situasi di pelatnas Asian Games ini. Tentunya kami paham ada efisiensi di semua anggaran pemerintah termasuk Pelatnas," ujarnya.

Pihak PB AI menegaskan komitmennya untuk memberikan yang terbaik bagi tim renang Indonesia. Federasi terus berkomunikasi dengan pihak terkait guna mendapatkan kepastian jadwal dimulainya kembali pemusatan latihan terpusat.

"Kami tetap sampaikan ke tim dan berusaha semaksimal mungkin agar Pelatnas ini bisa dipertahankan. Dan saat ini posisinya kami masih menunggu konfirmasi tentang kelanjutan pemusatan latihan renang ini," lanjut Wisnu.

Penghentian ini bersifat sementara sembari menunggu ketersediaan dana yang mencukupi untuk menanggung biaya operasional latihan yang tergolong besar. Wisnu berharap solusi finansial segera ditemukan demi mengejar target prestasi pada ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

"Sementara ini kami memang pulangkan dulu karena biayanya harus diantisipasi karena dananya cukup besar. Begitu dana ada kami mulai lagi. Makanya kita cari solusi mudah-mudahan ada kabar baik lah," harap Wisnu.