PSG Taklukkan Bayern Munich 5&4 dalam Laga Rekor Gol Liga Champions

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mengalahkan Bayern Munich dengan skor tipis 5-4 dalam pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions yang berlangsung di Stadion Parc des Princes pada Rabu (29/4/2026) dini hari WIB. Laga bersejarah ini menciptakan rekor baru sebagai partai semifinal dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.

Bayern Munich sempat unggul lebih dulu melalui penalti Harry Kane sebelum PSG berbalik memimpin 5-2 lewat aksi Khvicha Kvaratskhelia, Ousmane Dembele, dan Joao Neves. Meski tertinggal jauh, tim tamu memperkecil selisih melalui gol Dayot Upamecano dan Luis Diaz, yang membuat peluang di leg kedua tetap terbuka lebar.

Pelatih PSG Luis Enrique memberikan apresiasi tinggi terhadap keberanian dan mentalitas para pemain Bayern Munich yang tidak menyerah meski sempat tertinggal tiga gol. Ia menilai tim lawan berani mengambil risiko besar saat berada dalam posisi sulit.

"Saya belum pernah melihat pertandingan dengan ritme seperti itu sebelumnya. Kami harus menyelamati lawan, para pemainnya," ujar Luis Enrique kepada Canal+.

Mantan pelatih tim nasional Spanyol tersebut mengakui bahwa pertandingan berjalan sangat kompetitif dan hasil akhir bisa saja berbeda mengingat kualitas tim tamu. Menurutnya, Bayern adalah tim papan atas yang baru menelan tiga kekalahan sepanjang musim ini.

"Ketika kami memegang keunggulan 5-2 seperti itu, lawan mengambil risiko begitu besar, mereka tim yang top. Pertandingannya sulit dan lag kedua akan begitu juga," kata Enrique.

Ia juga merasa hasil imbang sebenarnya cukup adil bagi kedua belah pihak melihat intensitas serangan yang terjadi sepanjang laga.

"Nikmati saja, dan Anda mesti menyadari bahwa ini baru kekalahan ketiga yang mereka telan sepanjang musim. Kami sangat senang, dan saya rasa berhak menang, tapi juga pantas kok untuk imbang, dan bahkan bisa saja pantas kalah, karena pertandingannya memang se-luar biasa itu," tutur Enrique.

Di sisi lain, gelandang Bayern Munich Joshua Kimmich menyoroti keputusan wasit Sandro Schärer yang memberikan penalti kontroversial kepada PSG di akhir babak pertama. Penalti tersebut diberikan setelah VAR menganggap Alphonso Davies melakukan handball, meski bola sebelumnya mengenai pinggul sang pemain.

"Lebih ke kategori sial," kata Joshua Kimmich kepada Prime.

Kimmich menilai aturan mengenai hukuman tangan di dalam kotak penalti perlu ditinjau kembali agar lebih adil dalam semangat olahraga. Baginya, hukuman tersebut terlalu berat karena bola tidak dalam posisi yang mengancam gawang secara langsung.

"Itu memang tidak sesuai dengan semangat olahraga," tegas Kimmich.

Pemain berusia 31 tahun itu juga menyayangkan keputusan wasit yang dipengaruhi oleh tayangan ulang lambat yang menurutnya membuat situasi terlihat lebih buruk dari kejadian sebenarnya.

"Ini memang menjengkelkan, karena di belakang sana tidak ada lawan yang bisa menyarangkan bola. Saya rasa aturan itu bisa disesuaikan," ujar Kimmich.

Kimmich berharap pihak berwenang dapat menemukan regulasi lain agar tidak setiap sentuhan tangan yang tidak disengaja berujung pada tendangan penalti yang menentukan hasil laga besar.

"agar tidak setiap pelanggaran tangan di kotak penalti menjadi penalti, melainkan kita menemukan aturan lain di sana. Bola mengenai tangan dari lutut, dan hukuman untuk itu sangat menentukan, terutama di semifinal Liga Champions," cetus Kimmich.

Mengenai jalannya laga yang sangat terbuka, Kimmich mengaku terkejut dengan efektivitas serangan PSG yang sempat membuat timnya tertinggal tiga gol.

"Kalian semua sudah melihat apa yang terjadi di sini setelah skor 5-2. Kami berdiri di lapangan dan berpikir, apa yang sedang terjadi di sini? Karena kami sama sekali tidak bermain tiga gol lebih buruk," kata Kimmich.

Meskipun menelan kekalahan, ia tetap optimis menatap leg kedua karena Bayern berhasil bangkit dan hanya menyisakan selisih satu gol untuk dikejar di kandang sendiri.

"Saat itu penting bagi kami untuk tetap tenang. Situasinya memang sulit: Apakah kamu mempertaruhkan segalanya untuk mengejar ketertinggalan? Atau mencoba menghindari skenario terburuk?" ucap Kimmich.

Kimmich menyadari risiko pertukaran serangan yang terbuka, namun tidak menyangka pertandingan akan berjalan begitu dramatis dengan total sembilan gol tercipta.

"Sudah bisa diduga akan terjadi pertukaran serangan. Tapi tidak disangka akan sebegitu terbuka," ujar Kimmich.

Ia melihat ada celah bagi Bayern untuk membalikkan keadaan di Munich, terutama karena ia melihat fisik pemain PSG mulai menurun di akhir laga.

"Rasanya aneh setelah pertandingan karena kami kalah – tapi hanya dengan selisih satu gol. Kami bermain dengan tiga pemain di belakang, berhasil bangkit, dan sebenarnya masih harus menyamakan kedudukan. Terutama di akhir pertandingan, Paris terlihat lelah," pungkas Kimmich.

Keputusan penalti tersebut juga didukung oleh pakar wasit Lutz Wagner yang menilai lengan Davies memperluas area pertahanan secara tidak wajar.

"Lengan kiri terulur dan memperluas area pertahanan. Menurut saya, ini jelas merupakan handball yang layak dihukum, karena area tubuh diperluas. Berdasarkan gambar-gambar ini, keputusan tersebut benar," kata Lutz Wagner kepada Prime.

Mantan pemain Jerman, Christoph Kramer, memiliki pandangan berbeda dan mengkritik penggunaan teknologi super lambat dalam pengambilan keputusan.

"Ini lagi-lagi soal super slow-motion, itu yang terburuk dalam sepak bola, karena semuanya terlihat jauh lebih parah," kata Christoph Kramer.

Mats Hummels juga menambahkan bahwa pantulan bola dari pinggul seharusnya tidak dianggap sebagai pelanggaran penalti.

"Setelah bola masuk, tangan itu terlempar begitu saja, sehingga terlihat lebih parah. Bola memantul dari pinggul, saya selalu berpikir bahwa itu tidak seharusnya menjadi penalti," tambah Mats Hummels.

Kedua tim akan kembali bertemu pada leg kedua di Allianz Arena pada Rabu, 6 Mei 2026. Pemenang laga ini akan melaju ke final di Budapest untuk menghadapi pemenang antara Arsenal atau Atletico Madrid.

Jadwal Pertandingan FC Bayern Munich MendatangTanggalPertandinganKompetisi
Sabtu, 2 MeiFC Bayern vs. 1. FC HeidenheimBundesliga
Rabu, 6 MeiFC Bayern vs. Paris Saint-GermainLiga Champions
Sabtu, 9 MeiVfL Wolfsburg vs. FC BayernBundesliga
Sabtu, 16 MeiFC Bayern vs. 1. FC KölnBundesliga