Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, pada Senin (13/4/2026) menegaskan tidak ada negara yang memiliki hak untuk memblokir Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas ancaman blokade yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dengan latar belakang konflik AS-Iran yang berkepanjangan.
Dominguez menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers, di mana akses ke Selat Hormuz masih dibatasi akibat perang yang telah berlangsung selama enam minggu, ditandai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran. Menurutnya, tindakan yang menghalangi kebebasan navigasi di selat internasional bertentangan dengan hukum laut internasional.
"Sesuai dengan hukum internasional, tidak ada negara yang berhak melarang hak lintas damai atau kebebasan navigasi melalui selat internasional yang digunakan untuk transit internasional," demikian pernyataan Dominguez, yang dilansir dari Detikcom.
AS sebelumnya mengindikasikan akan melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz. Selat yang krusial bagi perdagangan dunia ini telah dikendalikan oleh pasukan Iran sejak perang dimulai pada 28 Februari.
Pemerintah Iran sendiri telah mengizinkan sejumlah kecil kapal yang telah diverifikasi untuk melintasi selat, meskipun mereka harus mengikuti rute yang dekat dengan pantai Iran. Dalam beberapa kasus, dilaporkan bahwa Iran mengenakan biaya kepada kapal-kapal tersebut.
"Prinsip pengenaan bea di selat internasional untuk navigasi internasional ini bertentangan dengan hukum laut internasional dan hukum kebiasaan," jelas Dominguez.
Dominguez juga memperingatkan bahwa langkah pengenaan biaya akan menciptakan preseden yang berbahaya. Meskipun demikian, ia memperkirakan dampak blokade AS yang direncanakan akan terbatas, mengingat jumlah kapal yang dapat melewati selat saat ini sudah sangat sedikit.
"Dengan jumlah kapal yang sangat sedikit yang berhasil melewati selat tersebut, blokade tambahan tidak akan memperburuk situasi hingga tingkat yang dapat dirasakan," tambahnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·