PBNU Usulkan Ponpes Al Falah Ploso Jadi Lokasi Munas 2026

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf mengusulkan Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, sebagai lokasi Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Alim Ulama NU 2026, Kamis (21/5/2026).

Gagasan tersebut disampaikan dalam Rapat Pleno PBNU di Gedung PBNU, Jakarta, dilansir dari Detikcom. Pemilihan lokasi didasarkan pada akar sejarah dan tradisi keilmuan pesantren tersebut. Usulan ini juga menindaklanjuti aspirasi dari KH Nurul Husna Djazuli dan Gus Muhammad Alkautsar.

"Kami bertemu dengan KH Huda (Nurul Huda Djazuli) dan Gus Kautsar. Beliau berpesan dan siap Ploso dijadikan lokasi Munas dan Konbes," kata Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal PBNU.

Rangkaian pembukaan acara tersebut diusulkan bertempat di kawasan makbarah Syaikhona Muhammad Kholil, Bangkalan, Madura, sebagai bentuk penghormatan spiritual. Setelah pembukaan, seluruh rangkaian sidang permusyawaratan akan dilanjutkan di Pondok Pesantren Ploso.

"Pesantren Ploso memiliki kelayakan untuk menjadi tuan rumah karena selama ini dikenal sebagai salah satu pesantren besar yang melahirkan banyak ulama, kiai, dan kader NU. Selain itu, Ploso juga memiliki tradisi keilmuan yang kuat dan menjadi salah satu pusat rujukan pesantren di Jawa Timur," tutur Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal PBNU.

Usulan mengenai tempat pelaksanaan Munas dan Konbes Alim Ulama NU 2026 ini akan digodok lebih lanjut oleh jajaran PBNU melalui mekanisme organisasi formal.

Selain membahas Munas, rapat pleno juga memetakan perkembangan usulan lokasi Muktamar Ke-35 NU. Empat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama secara resmi telah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah, yaitu Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Barat, dan Jawa Timur.

"Secara resmi ada tiga wilayah yang mengusulkan, satu Jakarta, dua NTB, tiga Sumatra Barat, dan terakhir ada Jawa Timur," kata Saifullah Yusuf, Ketua Panitia Pelaksana Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU.

NTB dinilai menjadi wilayah yang paling aktif menunjukkan kesiapan karena telah mengantongi dukungan resmi dari gubernur setempat. Sementara itu, Sumatera Barat dan Jakarta sudah mengirimkan usulan resmi namun belum melakukan koordinasi lanjutan seintensif NTB.

"Gubernurnya juga ikut memberikan dukungan resmi," ujar Saifullah Yusuf, Ketua Panitia Pelaksana Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU.

Beberapa pesantren di Jawa Timur seperti Lirboyo, Bangkalan, dan Situbondo juga mulai muncul dalam pembicaraan bursa calon lokasi Muktamar.

"Yang paling seru itu adalah Jawa Timur. Meskipun ini tidak ada surat resmi, tapi ada beberapa wacana yang dikembangkan di sana untuk siap menjadi tuan rumah," kata Saifullah Yusuf, Ketua Panitia Pelaksana Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU.