PDIP Tanggapi Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Karier Politik Jokowi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menegaskan partainya tidak merasa terganggu dengan pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengenai peran besarnya bagi karier politik Presiden Joko Widodo. Pernyataan tersebut muncul menyusul kekesalan Jusuf Kalla atas tuduhan pendanaan kasus ijazah.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Senin (20/4/2026), Andreas menilai pernyataan Jusuf Kalla tersebut secara spesifik diarahkan kepada Jokowi dan tidak memiliki kaitan langsung dengan urusan internal PDIP. Ia menyarankan agar klarifikasi dilakukan langsung kepada pihak terkait.

"Lebih baik tanya langsung Jokowi saja. Karena pernyataan JK ini dugaan saya maksudnya ke Jokowi," kata Andreas Hugo Pareira, Ketua DPP PDIP.

Andreas juga menyatakan bahwa PDIP tetap tenang menanggapi klaim tersebut. Ia menekankan adanya pihak lain yang dianggapnya lebih bertanggung jawab untuk merespons pernyataan Jusuf Kalla di ruang publik.

"Gak terusik, dan gak ada urusan dengan bos nya para Termul. Tanya bos Termul. Dia perlu bertanggung jawab terhadap ternak-ternaknya," ucap Andreas Hugo Pareira, Ketua DPP PDIP.

Legislator PDIP tersebut menjelaskan bahwa kekesalan Jusuf Kalla diduga dipicu oleh perilaku kelompok tertentu yang ia sebut sebagai didikan pihak tertentu. Hal ini dianggap sebagai alasan utama munculnya pernyataan keras dari mantan Ketua Umum Golkar tersebut.

"Kekesalan pak JK karena ternak dan didikan pemilik ternak. Makanya Pak JK kesal. Gak ada urusan dengan PDI Perjuangan. Pemilik ternak yang harus tanggung jawab," ujar Andreas Hugo Pareira, Ketua DPP PDIP.

Sebelumnya, Jusuf Kalla mengungkapkan kekesalannya akibat tuduhan Rismon Sianipar yang menyebutnya mendanai kasus ijazah Jokowi. Hal ini disampaikan Jusuf Kalla saat dimintai tanggapan mengenai laporan polisi terkait video ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Jusuf Kalla menjelaskan bahwa polemik ini mencuat setelah dirinya melaporkan Rismon Sianipar ke polisi. Ia mengaku sempat dihubungi oleh beberapa pihak terkait isu ijazah tersebut, namun memilih untuk bersikap netral demi menghindari konflik yang berkepanjangan.

Dalam kesempatan yang sama, Jusuf Kalla mengingatkan sejarah politik saat dirinya memboyong Jokowi dari Solo ke Jakarta untuk mengikuti Pilkada DKI Jakarta. Ia mengklaim sebagai sosok yang menyodorkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya," tegas Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.