Jakarta (ANTARA) - Pelatih Hangtuah Jakarta Wahyu Widayat Jati menyebut para pemainnya bertanding tidak sesuai dengan ritme yang seharusnya sehingga kalah 80-86 melawan Satria Muda Pertamina Bandung, pada laga pertama playoff IBL.
Menurut dia, jalan pertandingan berubah setelah Rakeem Maleek Christmas tidak dapat melanjutkan permainan, sehingga lawan memanfaatkannya untuk meningkatkan tempo permainan.
"Begitu kehilangan Christmas, tim malah ikut ritme lawan, padahal kami tidak bisa melawan mereka kalau bermain dengan tempo yang run and gun," kata Wahyu setelah pertandingan di GOR Ciracas, Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, tuan rumah seharusnya tetap sabar dengan penguasaan bola yang rapi dan bukan bermain cepat seperti diperagakan lawan.
Dia mengatakan, pola penguasaan bola yang terkontrol terbukti efektif ketika Hangtuah mengalahkan tim-tim kuat, termasuk Satria Muda, saat musim reguler.
Selain itu, kehilangan satu pemain asing di awal laga, membuat tim bermain pincang dan sangat mudah untuk ditembus lawan, khususnya di paint area.
Baca juga: Pemain Satria Muda diingatkan untuk tetap fokus
Meski begitu, Hangtuah sempat memangkas selisih angka menjadi delapan poin pada akhir kuarter ketiga, namun kembali kehilangan kendali permainan saat kuarter keempat.
"Kalau pas pemain asing sama-sama lengkap (tiga pemain) dengan lawan, pertandingan berjalan ketat, terbukti pada kuarter pertama," kata dia.
Shooting guard Hangtuah Jakarta Diftha Pratama mengakui absennya Rakeem Christmas memberikan dampak besar, terutama pada pertahanan area dalam dan perebutan rebound.
"Kelihatan sekali dampaknya waktu Christmas keluar, karena kami kurang aman, baik offense maupun defense di paint area, ditambah rebound juga kalah jauh," kata Diftha.
Kekalahan membuat Hangtuah tertinggal 0-1.
Pertandingan kedua dan ketiga (jika diperlukan) digelar di Bandung Arena, Kota Bandung, Jawa Barat, pada 27 dan 30 Mei.
Baca juga: Satria Muda menang di kandang Hangtuah
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·