Jakarta (ANTARA) - Asisten pelatih tim panjat tebing disiplin speed Indonesia Fitriyani mengatakan pekerjaan rumah tim tersebut semakin bertambah setelah hasil World Climbing Series Wujiang 2026 di China, Minggu.
Menurut dia, dalam seri selanjutnya yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC), persaingan nomor speed akan semakin ketat meski Indonesia masih mampu membawa pulang satu medali perunggu melalui Desak Made dalam turnamen terakhir.
"Kami akan terus berbenah karena seri Wujiang ini benar-benar memberi gambaran tentang pekerjaan rumah kami di pemusatan latihan nasional (pelatnas)," kata Fitriyani.
Dia menjelaskan, ketatnya persaingan terlihat dari banyaknya atlet yang mampu membukukan waktu kompetitif, sehingga tim pelatih harus segera mengevaluasi aspek teknis, konsistensi start, dan penyelesaian di dekat garis finis.
Lebih lanjut dia menjelaskan, lawan yang akan dihadapi telah berkembang pesat, sehingga kemampuan atlet tanah air juga harus lebih digenjot agar tidak kalah bersaing.
Baca juga: Desak bersyukur raih perunggu di Wujiang namun tegaskan belum puas
Dia menceritakan, Desak Made merebut perunggu setelah mengalahkan Natalia Kalucka dari Polandia dengan catatan waktu 6,17 detik alias unggul atas lawannya yang mencatatkan 6,38 detik, dalam perebutan tempat ketiga (small final).
Sebelumnya, Desak Made menyingkirkan rekan senegara yakni Rajiah Salsabillah saat babak 16 besar dan Isis Rothfork pada perempat final.
Saat semifinal, lanjut dia, atlet Bali itu kalah melawan Aleksandra Kalucka dari Polandia, yang kemudian meraih medali emas. Sedangkan medali perak diraih Elizaveta Ivanova.
Sementara sektor putra yang diwakili lima atlet, justru pulang dengan tangan hampa.
Langkah terjauh diraih Raharjati Nursamsa dan Veddriq Leonardo. Mereka berhasil menembus perempat final atau delapan besar, tetapi keduanya gagal melaju ke babak semifinal.
Baca juga: Desak Made bawa pulang satu-satunya medali dari Wujiang bagi Indonesia
Baca juga: Tim speed putra belum beruntung bawa pulang medali dari Wujiang
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·