Pemain Rayo Vallecano Berikan Penghormatan Pasillo kepada Real Sociedad

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Seluruh pemain dan staf pelatih Rayo Vallecano memberikan penghormatan khusus berupa barisan kehormatan atau pasillo kepada Real Sociedad di Stadion Vallecas pada Minggu, 26 April 2026. Aksi sportivitas ini dilakukan sesaat sebelum sepak mula pertandingan pekan ke-32 liga domestik dimulai.

Gestur tersebut dipimpin langsung oleh pelatih Iñigo Pérez dengan melibatkan seluruh pemain inti maupun cadangan Los Franjirrojos. Penonton yang memadati stadion merespons aksi tersebut dengan tepuk tangan meriah sebagai bentuk pengakuan atas pencapaian tim tamu.

Jurnalis Rubén Martín yang melaporkan langsung dari lokasi menggambarkan suasana di lapangan sebagai momen yang sangat menyentuh. Ia menilai tindakan tersebut memberikan nilai positif bagi kedua belah pihak yang bertanding.

"precioso" kata Rubén Martín, jurnalis di stadion.

Martín juga menambahkan bahwa momen tersebut sangat emosional bagi siapa pun yang menyaksikannya secara langsung. Ia menekankan bahwa penghormatan ini bukanlah bentuk perendahan diri di hadapan lawan.

"muy emocionante" ujar Rubén Martín.

Direktur Tiempo de Juego, Paco González, turut memberikan pandangannya mengenai perdebatan tradisi pasillo yang sering dianggap kontroversial di Spanyol. Menurutnya, memberikan penghormatan kepada pemenang adalah bentuk pengakuan atas keberhasilan, bukan sebuah kegagalan bagi tim yang melakukannya.

"el pasillo es reconocimiento de la gloria del ganador, pero no es ningún demérito para el que lo hace" tegas Paco González, Direktur Tiempo de Juego.

González berpendapat bahwa tindakan tersebut justru meningkatkan kehormatan tim yang bersedia memberikan apresiasi kepada rival. Ia menolak narasi yang menyebutkan bahwa pasillo adalah bentuk penghinaan dalam dunia sepak bola profesional.

"Al revés, es honra al que lo hace" cetus Paco González.

Lebih lanjut, González menjelaskan bahwa rasa hormat di awal laga tidak akan mengurangi intensitas persaingan saat pertandingan sudah berjalan. Ia memisahkan antara etika olahraga sebelum laga dengan determinasi pemain untuk meraih kemenangan di lapangan hijau.

"Luego ya, a intentar ganarle, pero de entrada, reconocerle su mérito" kata Paco González.

Ia juga menanggapi kemungkinan terjadinya benturan fisik yang keras antarpemain segera setelah peluit dibunyikan sebagai hal yang wajar dalam kompetisi. Menurutnya, pengakuan terhadap prestasi lawan tetap bisa berjalan berdampingan dengan rivalitas tinggi.

"en el primer minuto se dan 6 patadas cada 1, pues, normal" tambah Paco González.

Meski gestur di Vallecas ini berlangsung damai, tim editorial Tiempo de Juego mencatat bahwa tradisi ini sering kali dianggap menyinggung oleh sebagian penggemar dan pemain, terutama dalam laga dengan rivalitas yang sangat tajam.

"parece que es una cosa ofensiva" pungkas Paco González.