- Senin, 25 Mei 2026 18:17 WIB
Pekerja membawa pakaian kotor di dekat galon produksi ekoenzim di tempat jasa cuci pakaian Binatu Koe, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Senin (25/5/2026). Pemilik usaha binatu Anantasari, memproduksi cairan ekoenzim dari limbah buah-buahan untuk menggantikan penggunaan sabun detergen agar usaha binatu miliknya tidak mencemari lingkungan sekaligus menekan biaya belanja sabun hingga 50 persen. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wsj.
Pekerja menuangkan sabun ekoenzim ke mesin cuci di tempat jasa cuci pakaian Binatu Koe, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Senin (25/5/2026). Pemilik usaha binatu Anantasari, memproduksi cairan ekoenzim dari limbah buah-buahan untuk menggantikan penggunaan sabun detergen agar usaha binatu miliknya tidak mencemari lingkungan sekaligus menekan biaya belanja sabun hingga 50 persen. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wsj.
Sabun cuci ekoenzim tertata di tempat jasa cuci pakaian Binatu Koe, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Senin (25/5/2026). Pemilik usaha binatu Anantasari, memproduksi cairan ekoenzim dari limbah buah-buahan untuk menggantikan penggunaan sabun detergen agar usaha binatu miliknya tidak mencemari lingkungan sekaligus menekan biaya belanja sabun hingga 50 persen. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wsj.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·